Tahun 2026 menjadi panggung manis bagi pecinta drama Tiongkok. Ada yang mengajak kita merasakan pedihnya dunia persilatan di tengah hujan malam, ada yang merayakan getaran cinta pertama di balik ranjang susun sederhana, dan ada pula yang mengajak kita mengejar singgasana di atas tumpukan pedang. Berikut tiga serial Mandarin yang wajib masuk daftar tontonan Anda tahun ini.
1. Generation to Generation: Tirai Bambu, Malam yang Sunyi, dan Dendam yang Membara
Jangan terkecoh mengira ini sekadar drama persilatan (wuxia) biasa. Generation to Generation—yang diadaptasi dari novel populer karya Guanxin Zeluan—menyuguhkan lebih dari sekadar aksi pukulan dan lemparan pedang.
Zhou Yiran dan Bao Shangen berhasil menciptakan chemistry yang meledak di layar. Zhou Yiran berperan sebagai Mu Qingyan, putra ketua sekte yang dingin dan penuh perhitungan, namun menyimpan luka masa lalu akibat pembantaian keluarganya. Sementara Bao Shangen memerankan Cai Zhao, seorang "pendekar wanita ala Buddha" yang terlihat santai dan apa adanya, namun memiliki ketajaman hati yang luar biasa.
Yang membuat serial ini istimewa adalah bagaimana ia meruntuhkan dikotomi hitam-putih dalam dunia persilatan. Setiap karakter punya motifnya sendiri, dan setiap kebenaran menyimpan lapisan kebohongan. Hanya dalam 24 jam setelah tayang perdana, drama ini menembus angka 21.000 di indeks popularitas Tencent Video dan langsung menduduki puncak tangga WeTV. Angka-angka ini bukan rekayasa, melainkan bukti nyata bahwa penonton haus akan cerita dengan kedalaman psikologis.
Cocok untuk Anda yang: menyukai permainan politik, konflik batin, dan hubungan power couple yang saling menjatuhkan namun tak bisa lepas satu sama lain.
2. Love Story in the 1970s: Sebuah Ranjang Susun, Dua Hati yang Saling Mendekat
Jika ada satu drama yang mendefinisikan kata "menenangkan" di tahun 2026, inilah dia.
Dibintangi oleh Chen Feiyu dan Sun Qian, Love Story in the 1970s (dengan judul asli yang lebih tepat: Cinta Seorang Pragmatis) mengajak kita mundur ke akhir tahun 70-an. Fei Ni, seorang buruh pabrik topi, bermimpi melanjutkan kuliah. Ketika teman masa kecilnya, Fang Muyang, menjadi cacat karena aksi heroiknya, Fei Ni mengajukan pernikahan kontrak—bukan karena cinta, melainkan demi mendapat jatah kamar asrama dari pabrik.
Namun, dari kepentingan praktis itulah, benih-benih ketulusan justru tumbuh. Chen Feiyu dan Sun Qian berhasil menghidupkan nuansa "suami-istri di ranjang susun" dengan sentuhan yang hangat, membuat penonton tersenyum sendiri di malam hari. Drama ini mencatat rating pemirsa CCTV sebesar 2% dan menembus angka 28.000 di Tencent Video. Kesuksesannya bukan karena nostalgia semata, melainkan karena tema universal tentang cinta yang lahir di tengah keterbatasan—sebuah pengingat bahwa perasaan tulus selalu menemukan jalannya, di era mana pun.
Cocok untuk Anda yang: merindukan tayangan lambat, emosional, estetika retro, dan kisah cinta yang terasa nyata hingga membuat hati hangat.
3. Pursuit of Jade: Di Antara Pisau Jagal dan Meterai Kerajaan, Ia Memilih Takdirnya Sendiri
Inilah raksasa yang benar-benar mengguncang jagat pertelevisian global tahun 2026.
Dibintangi oleh Zhang Linghe dan Tian Xiwei, Pursuit of Jade (atau Memburu Giok) diadaptasi dari novel laris di platform Jinjiang. Cerita berawal dari樊长玉 (Fan Changyu), putri seorang tukang jagal, yang menyelamatkan seorang bangsawan jatuh miskin bernama Xie Zheng di tengah malam bersalju. Demi keluarganya, Fan Changyu mengajak Xie Zheng menikah pura-pura. Namun, di tengah huru-hara perang saudara, hubungan palsu itu perlahan menjelma menjadi cinta sejati.
Drama ini bukan main dahsyatnya: hanya enam hari tayang, indeks popularitas di iQIYI tembus 10.000, dan di Tencent menembus 31.000. Di Netflix, ia bertengger di peringkat 6全球 non-Inggris, menjangkau lebih dari 190 negara. MyDramaList memberikannya skor 9.1—yang tertinggi untuk drama Tiongkok dalam dua tahun terakhir. Dengan rata-rata 75 juta penonton per episode dan total tayangan lebih dari 3,2 miliar, ini bukan sekadar drama, melainkan fenomena global yang membuktikan bahwa estetika Timur dan kisah perempuan tangguh mampu menembus batas budaya.
Cocok untuk Anda yang: gemar tontonan epik, sinematografi megah, pasangan aktor tampan-cantik, dan cerita bertema besar yang bisa menjadi bahan obrolan seru sepanjang tahun.
Tiga serial, tiga dunia yang benar-benar berbeda. Generation to Generation mengajak Anda menelusuri kegelapan hati manusia. Love Story in the 1970s mengingatkan bahwa cinta bisa tumbuh di tempat paling sederhana. Dan Pursuit of Jade membuktikan bahwa seorang perempuan berani menentukan jalan hidupnya sendiri, di tengah pusaran takdir sekalipun.
Tahun 2026 sudah setengah berlalu. Jika Anda belum menyentuh satu pun dari ketiga judul di atas—maka daftar tontonan tahunan Anda masih belum lengkap. Selamat menikmati!



Komentar
Posting Komentar