Ulasan Anime Kingdom Season 6 (2025): Ketika Strategi Lebih Tajam dari Pedang, Sebuah Mahakarya Perang yang Matang

Setelah melalui lima musim yang penuh dengan pertumpahan darah, air mata, dan kenaikan pangkat yang mendebarkan, Kingdom akhirnya kembali dengan musim keenamnya. Sebagai penonton setia yang telah mengikuti perjalanan Shin dari seorang bocah hingga menjadi komandan unit, ekspektasi untuk musim ini tentu melambung tinggi. Dan setelah menuntaskan 13 episodenya, saya bisa mengatakan dengan penuh keyakinan: Kingdom Season 6 bukan sekadar tontonan perang biasa, melainkan sebuah simfoni strategi militer yang dikemas dengan kematangan narasi luar biasa.

Musim ini mengadaptasi busur cerita "Western Zhao Invasion Arc" dari manganya, sebuah arc yang bahkan diklaim lebih epik dari "Coalition Invasion Arc" sebelumnya. Cerita berfokus pada upaya negeri Qin untuk menginvasi Zhao dari pangkalan baru mereka di Bukit Heiyang. Namun, rencana mereka langsung dihadang oleh strategi jenius dari Ri Boku (Li Mu), Panglima Tertinggi Zhao. Sebagai balasannya, Changping Jun (Lord Changping) menyusun rencana ambisius untuk menyerang kota Gyou, yang tidak jauh dari ibu kota Zhao, Handan. 

Sebuah pasukan gabungan besar-besaran pun dibentuk, yang melibatkan tiga tentara besar di bawah komando jenderal legendaris Ou Sen (Wang Jian), Kan Ki, dan Si Ratu Gunung Yang Duan He. Tidak ketinggalan, unit-unit generasi baru seperti Hi Shin Unit milik Shin, Gyoku Hou Unit milik Ouhon, dan Rakuka Unit milik Mou Ten turun sebagai pasukan bergerak yang independen. Pertempuran sengit untuk memperebutkan Gyou pun dimulai.

Apa yang membuat Season 6 ini begitu istimewa adalah pergeseran fokusnya dari aksi brutal semata menjadi perang urat syaraf antar jenderal. Jika di musim-musim awal kita sering dibuat terpukau oleh keberanian fisik Shin, di sini kita diajak untuk benar-benar menggunakan otak. Setiap episode terasa seperti permainan catur 4D. Contoh paling brilian adalah strategi Ou Sen yang menggunakan pengungsi sebagai senjata untuk mengepung kota Gyou. 

Alih-alih menyerang langsung, ia memilih untuk merebut kota-kota kecil di sekitarnya, mengusir penduduknya agar berbondong-bondong masuk ke Gyou, lalu mengepung kota tersebut. Ini adalah "pertempuran logistik" yang mendebarkan—perlombaan antara habisnya persediaan makanan pasukan Qin versus habisnya persediaan makanan Gyou karena kewalahan menampung pengungsi. Sebuah pendekatan brutal namun penuh perhitungan yang membuat kita tercengang.

Dari sisi teknis, Studio Pierrot dan Studio Signpost patut diacungi jempol. Mereka berhasil mengatasi kritik terbesar serial ini di masa lalu: animasi CGI yang kaku. Meskipun beberapa elemen CGI masih digunakan untuk adegan pasukan besar-besaran, penggunaannya jauh lebih halus dan terintegrasi dengan baik. Momen-momen penting, terutama duel dan ekspresi karakter, lebih banyak menggunakan animasi gambar tangan yang fluid. Hasilnya, koreografi pertempuran terasa lebih berdampak dan emosional. Ditambah lagi, musik epik gubahan Hiroyuki Sawano dan KOHTA YAMAMOTO sukses membangun tensi di setiap strategi yang dijalankan, membuat jantung berdebar kencang meski hanya menyaksikan para jenderal berdiskusi di peta.

Salah satu kekuatan terbesar Kingdom adalah konsistensinya dalam membangun karakter. Di Season 6, kita menuai hasil dari investasi emosional selama bertahun-tahun. Shin, yang dulu hanya mengandalkan insting dan kekuatan kasar, kini mulai menunjukkan tanda-tanda kedewasaan sebagai seorang pemimpin. Momen di mana ia mulai menggunakan tombak pemberian Ou Ki (Ouki) bukan hanya soal peningkatan status, tetapi juga simbol beban tanggung jawab yang kini dipikulnya.

Namun, bintang sesungguhnya di musim ini adalah para jenderal besar. Ri Boku kembali menunjukkan mengapa ia layak disebut sebagai jenius terkejam, sementara Ou Sen muncul dengan ketenangan dan perhitungannya yang hampir seperti dewa perang. Interaksi dan saling membaca pikiran di antara mereka adalah tontonan paling menghibur. Bahkan karakter seperti Kan Ki dengan kekejiannya yang khas pun mendapatkan sorotan yang membuat kita semakin paham motivasinya. Tidak ada karakter yang datar; setiap orang, dari kedua sisi Qin dan Zhao, memiliki logika dan ambisinya masing-masing.

Kingdom Season 6 berhasil membuktikan bahwa perang tidak selalu tentang siapa yang paling kuat, tetapi juga siapa yang paling cerdik bertahan. Dengan 13 episode yang padat tanpa filler, musim ini adalah tontonan wajib bagi pecinta anime sejarah, strategi, dan karakterisasi mendalam. Meski ada sedikit kekurangan dalam transisi CGI di beberapa adegan keramaian, secara keseluruhan, musim keenam ini adalah sebuah mahakarya perang yang matang dan memuaskan.

Rate: 8 - 8,5 / 10

Komentar