Dalam sebuah film yang memikat hati, "Jules," disutradarai oleh Marc Turtletaub, kita dibawa ke dunia keajaiban dan persahabatan yang tak terduga antara manusia dan makhluk asing. Biasanya, film tentang makhluk asing cenderung mengambil arah horor atau aksi. Namun, "Jules" dengan tegas berada dalam kategori di luar itu, yakni menawarkan kisah yang penuh dengan kebaikan dan kehangatan.
Kisah dimulai ketika makhluk asing mendarat di sebuah kota kecil di Pennsylvania. Alih-alih menampilkan anak-anak sebagai tokoh utama, "Jules" memilih mengangkat tiga warga senior yang bingung. Mereka semua merasa terhubung dengan status sebagai makhluk asing Jules yang berbeda, dan mereka sangat tahu apa yang akan terjadi jika berita kedatangan makhluk ini menyebar.
Milton (diperankan oleh Ben Kingsley) tengah berjuang dengan ingatannya yang memudar dan hubungan yang rumit dengan putrinya, Zoë Winters. Putrinya ingin dia berkonsultasi dengan psikiater setelah Milton mengaku bahwa pesawat ruang angkasa alien menghancurkan kebunnya. Ketika permintaan Milton untuk bantuan dengan makhluk asing yang berwarna abu-abu kecilnya diabaikan oleh warga lain, Milton mengundang makhluk asing yang terluka, Jules (diperankan oleh Jade Quon), ke dalam rumahnya. Keduanya dengan cepat membentuk ikatan. Meskipun Jules tidak berbicara, dia tampaknya memahami bahasa manusia, dalam hal ini bahasa Inggris, dengan sempurna.
Tidak lama kemudian, tetangga Milton, Sandy (Harriet Sansom Harris) dan Joyce (Jane Curtin), mengetahui tentang kedatangan Jules dan memutuskan untuk membantu Milton menjaga teman baru mereka ini sebagai rahasia.
Di balik framing yang konyol dan kekacauan tentang makhluk luar angkasa, "Jules" penuh dengan empati terhadap karakter-karakter lanjut usia dan keinginan mereka untuk memiliki agensi pribadi. Penampilan Kingsley sebagai Milton memberi martabat pada karakter yang bisa saja hanya dimainkan untuk tawa, dan Harris serta Curtin memberikan kompleksitas yang sama ke peran mereka. Melalui Jules, mereka semua mengingat betapa pentingnya persahabatan dalam hidup mereka, dan bagaimana isolasi di usia tua membuat mereka meraih apa pun yang masih ada. Ini adalah pengingat bahwa membawa kita kepada momen haru ketika Joyce, dengan bantuan Jules, akhirnya mengucapkan selamat tinggal pada kucing tuanya dalam sebuah adegan pemakaman yang sehangat hati sekaligus, mungkin bagi sebagian orang, absurd.
Turtletaub memilih untuk meredakan elemen-elemen kejut dalam film ini dan lebih memilih untuk menyoroti pengaturan pinggiran kota yang indah dan humor yang ringan. Ini bukanlah "Close Encounters of the Third Kind," dan meskipun Jules menjadi ancaman bagi keamanan nasional, seringkali terasa seperti Turtletaub lebih suka penonton nyaman dengan segelas coklat panas daripada tegang di tepi kursi. Namun, kelembutan ini tidak sepenuhnya tidak diinginkan — tidak semua film tentang makhluk asing harus menjadi seperti "Alien."
Recommended Movie.

Komentar
Posting Komentar