Tokyo Revengers Season 2, sekuel yang dinanti-nantikan dari adaptasi manga populer, menghadirkan campuran reaksi positif dan negatif.
Meskipun terdapat kritik terhadap kejadian tidak masuk akal, alur cerita tetap menjadi titik daya tarik. Peningkatan ketegangan melalui perjalanan waktu Takemichi menambah dimensi emosional, menciptakan momen-momen yang mendebarkan.
Sebagai elemen yang menyelamatkan, musik pembuka yang dibawakan oleh Official Hige Dandism memberikan kekuatan tersendiri. Komposisi yang mendalam berhasil menyampaikan nuansa dramatis dan meningkatkan pengalaman menonton.
Meskipun kekurangan dalam konsistensi dunia, desain dan konsep gang-gang sekolah memberikan nuansa khas Jepang yang menarik. Ini menciptakan fondasi visual yang, meski tergantung pada preferensi, dapat dianggap menarik.
Salah satu kelemahan mencolok adalah kurangnya konsistensi visual. Karakter terlihat tidak proporsional, dan desain umumnya di bawah standar. Ini dapat mengurangi daya tarik estetika secara keseluruhan.
Meskipun ada usaha untuk mengeksplorasi karakter, banyak di antaranya tetap datar dan kurang berkembang. Pengembangan karakter yang lebih mendalam dapat meningkatkan daya tarik penonton terhadap perjalanan emosional para tokoh.
Beberapa plot twist terasa terlalu dramatis dan sulit diterima. Hal ini dapat mengurangi rasa keterlibatan penonton, terutama ketika peristiwa-peristiwa tersebut tidak memiliki dasar logis yang kuat.
Tokyo Revengers Season 2, sementara memiliki aspek positif yang menarik, juga tidak terlepas dari beberapa kekurangan. Peningkatan dalam pengembangan karakter dan konsistensi visual dapat membawa dampak positif pada keseluruhan pengalaman menonton. Sementara itu, keunikan alur cerita dan elemen musik tetap menjadi nilai tambah yang dapat menarik bagi sebagian penonton. Dengan demikian, apakah musim ini berhasil atau tidak mungkin tergantung pada preferensi individual masing-masing penonton.
Komentar
Posting Komentar