Dulu Dicemooh, Sekarang Film-Film Ini Telah Menjadi Kultus

Film adalah medium yang kompleks dan multifaset, di mana keberhasilan tidak selalu diukur oleh pendapatan box office atau pujian kritis. Terkadang, film yang awalnya dianggap buruk oleh penonton dan kritikus justru menemukan kehidupannya kembali setelah dianggap sebagai cult. Film-film ini, meskipun sering kali gagal secara komersial, memiliki daya tarik tersendiri yang mampu mengumpulkan penggemar setia seiring berjalannya waktu.

Apa Itu Film Cult?

Film cult atau film kultus adalah istilah yang digunakan untuk menyebut film yang, meskipun tidak sukses di awal rilisnya, berhasil membangun basis penggemar yang setia dan fanatik. Film-film ini biasanya memiliki elemen unik atau aneh yang membuatnya berbeda dari produksi mainstream, dan justru itulah yang membuatnya disukai oleh kelompok tertentu dari penonton. Berikut adalah beberapa film yang dulunya dicemooh, tapi seiring berjalannya waktu, justru menjadi cult.

1. John Carter

"John Carter" adalah film petualangan fantasi yang didasarkan pada karya Edgar Rice Burroughs. Film ini menceritakan tentang John Carter, seorang mantan tentara Konfederasi yang tiba-tiba dipindahkan ke Mars setelah menemukan teknologi alien. Di planet tersebut, Carter menyadari bahwa gravitasi yang berbeda memberinya kekuatan super, termasuk kemampuan melompat jarak jauh dan kekuatan yang lebih besar. Ia kemudian terlibat dalam perang saudara planet tersebut, membantu Putri Thoris melawan seorang panglima perang yang ingin menaklukkan kerajaannya.

Meskipun memiliki anggaran produksi yang besar dan ambisius, "John Carter" dikenal sebagai salah satu kegagalan finansial terbesar dalam sejarah film. Namun, di balik itu semua, film ini menawarkan efek khusus yang brilian dan cerita yang menarik.

2. Morbius

"Morbius" mengeksplorasi kisah asal muasal vampir hidup Marvel, Michael Morbius, seorang ahli biokimia terhormat yang berubah menjadi makhluk malam setelah usahanya untuk menyembuhkan penyakit darah yang ia derita. Setelah berubah, ia harus berjuang melawan sifat vampirnya, dengan hasrat darah yang tidak dapat dikendalikan. Setelah memungkinkan temannya yang lama, Milo, menjalani eksperimen yang sama, antihero baru ini harus memperbaiki kesalahannya ketika temannya berubah menjadi makhluk yang lebih jahat.

"Morbius" langsung menjadi meme di kalangan penggemar film komik karena aktingnya yang berlebihan, plot yang tipis, dan momen yang canggung. Meskipun demikian, film ini memiliki banyak penggemar yang mencintai film ini, baik secara ironis maupun tidak, dan sulit membayangkan film ini akan hilang dari kesadaran publik dalam waktu dekat.

3. Jennifer’s Body

"Jennifer’s Body" awalnya diterima dengan sangat buruk oleh kritikus dan penonton. Namun, seiring waktu, film ini mendapatkan apresiasi sebagai komentar cerdas tentang dinamika gender dan persahabatan perempuan, menjadikannya film kultus yang sangat dihargai, terutama di kalangan feminis dan penggemar horor.

4. Speed Racer

"Speed Racer" awalnya dikritik habis-habisan karena gaya visualnya yang terlalu berlebihan dan naskah yang dianggap lemah. Namun, film ini kemudian mendapatkan status kultus, terutama di kalangan penggemar anime dan CGI, yang menghargai visualnya yang unik dan penuh warna.

5. Sucker Punch

"Sucker Punch," dirilis pada tahun 2011, adalah film aksi fantasi yang bercerita tentang seorang gadis muda bernama Babydoll yang berusaha melarikan diri dari rumah sakit jiwa dengan bantuan imajinasinya yang luar biasa. Film ini dipenuhi dengan visual yang menakjubkan, adegan aksi yang intens, dan dunia imajinasi yang penuh fantasi.

Namun, film ini mendapat banyak kritik karena alur ceritanya yang dianggap membingungkan dan dangkal. Meskipun demikian, "Sucker Punch" berhasil membangun basis penggemar setia yang menghargai estetika visualnya yang unik dan interpretasi personal atas pesan tersembunyi dalam film ini. Seiring waktu, film ini mendapatkan status kultus sebagai karya seni yang dihargai oleh mereka yang menyukai gaya khas Zack Snyder.

Film kultus, atau biasa disebut juga Cult Classics, adalah bukti bahwa kualitas film tidak selalu diukur dari keberhasilan komersial atau pujian kritikus. Seringkali, elemen unik, keanehan, atau bahkan kegagalan yang diangkat secara ironis oleh penonton dapat memberikan kehidupan kedua bagi film-film ini. Dalam dunia sinema, tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan menjadi favorit jangka panjang. Seiring berjalannya waktu, film yang dianggap buruk oleh sebagian orang bisa menjadi permata tersembunyi bagi yang lain.

Komentar