Kehidupan seorang pria biasa dapat menjadi lebih dari sekadar rutinitas sehari-hari. Mark Wahlberg membuktikan bahwa perpaduan dunia mata-mata dengan kisah keluarga kota pinggiran, seperti yang kita lihat dalam "The Family Plan," bisa menjadi kombinasi yang menarik.
Mark Wahlberg memerankan Dan Morgan, seorang pria biasa yang bekerja di dealer mobil dan mencintai rutinitas keluarganya. Tapi tunggu, ada sesuatu yang tak terduga. Morgan ternyata adalah seorang pembunuh bayaran berbakat yang dulunya bekerja untuk sosok misterius bernama McCaffrey.
Film ini mengajak kita dalam perjalanan epik dari Buffalo ke Vegas, sambil membawa rahasia kehidupan Morgan yang terungkap. Pertempuran melawan pembunuh bayaran, menyanyi bersama Ice, Ice Baby di mobil, hingga momen yang tak terduga di sebuah toko kelontong—semuanya terjadi dalam rentang waktu yang membuat kita terkesan.
Sayangnya, "The Family Plan" terkadang kehilangan landasan perilaku manusia yang dapat kita kenali. Komedinya sering mengandalkan situasi yang mustahil daripada sesuatu yang lebih nyata atau dapat dirasakan. Sebuah keseimbangan yang kurang antara aksi dan komedi membuatnya kehilangan daya tarik.
Akhirnya, Morgans tiba di Kota Dosa, Vegas. Namun, keputusan Dan Morgan untuk meninggalkan anak-anaknya, termasuk bayi mereka, demi makan malam bersama Jessica, membuat kita bertanya-tanya. Tentu saja, kebingungan dan kekacauan tidak dapat dihindari.
Mark Wahlberg, Michelle Monaghan, dan para pemain lainnya tidak dapat disalahkan atas kegagalan "The Family Plan." Mereka melakukan pekerjaan yang baik meskipun harus berjuang melawan naskah yang memberi mereka sedikit ruang untuk berkreasi. Akhirnya, kita mendapati diri kita dalam kebingungan genre—komedi keluarga, thriller mata-mata, atau kombinasi keduanya?
Meskipun "The Family Plan" memiliki potensi, penggarapan yang kurang memadai mengakibatkan kekacauan genre. Mark Wahlberg mungkin memiliki kemampuan untuk membuatnya berhasil, tetapi naskah dan penyutradaraan membuatnya berantakan. Sebagai penggemar film, kita tentu berharap lebih dari kombinasi seru mata-mata dan kisah keluarga. "The Family Plan" mungkin tidak sepenuhnya memenuhi harapan, tetapi penggemar Mark Wahlberg mungkin menemukan hiburan dalam perjalanan ini.
Komentar
Posting Komentar