Ulasan Film Dunki (2023): Persahabatan, Romansa, dan Mimpi yang Tak Terwujud


Hardayal Singh Dhillon (Shah Rukh Khan), dikenal sebagai Hardy, tiba di desa terpencil, Laltu, di Punjab, mencari seseorang yang pernah menyelamatkan hidupnya. Namun, ia malah bertemu dengan Manu (Taapsee Pannu), Buggu (Vikram Kochchar), dan Balli (Anil Grover), yang memiliki misi untuk mencapai Inggris demi kehidupan yang lebih baik. Mereka mencoba segala cara untuk mendapatkan visa imigrasi, dari belajar gulat hingga pernikahan palsu, dan pada akhirnya memutuskan untuk belajar bahasa Inggris.

Ketika visa mereka ditolak, Hardy memutuskan untuk membantu teman-temannya mencapai tanah asing dengan jalur ilegal, yang dikenal sebagai 'Dunki'. Perjalanan ini penuh liku-liku, penuh kesulitan dan tantangan. 'Dunki' tidak hanya mengisahkan persahabatan, romansa, dan momen mengharukan, tetapi juga menghadirkan komedi khas Hirani yang dijejali dengan sindiran untuk membuatnya menjadi hiburan yang memikat.

Film ini menyajikan cerita tentang aspirasi yang tidak tercapai dan mencari impian di luar batas kemampuan dan batasan. Kepercayaan bahwa mencapai negara maju adalah kunci masa depan cerah dan keputusasaan untuk sampai di sana dengan segala cara. Namun, realitas menjadi cermin bagi mimpi mereka, tidak menyadari konsekuensi hidup sebagai imigran ilegal.

Shah Rukh Khan sebagai Hardy, baik dalam versi muda maupun versi tua 25 tahun kemudian, memberikan penampilan yang memukau. Vicky Kaushal sebagai Sukhi memberikan penampilan menggerakkan dengan penguasaan emosi yang luar biasa. Taapsee Pannu juga brilian dengan penampilan bersemangatnya. Anil Grover dan Vikram Kochchar memberikan penampilan yang patut diacungi jempol.

Sinematografi yang luar biasa dan musik latar yang memukau menjadikan 'Dunki' sebagai paket hiburan yang lengkap. Soundtrack karya Pritam tidak hanya mengiringi setiap suasana dengan sempurna, tetapi juga mungkin menjadi salah satu soundtrack terbaik dalam perfilman Hindi tahun ini.

'Dunki' bukan hanya sebuah hiburan yang menggetarkan, tetapi juga relevan, romantis, dan membawa kita kembali ke akar-akar kita. Dengan penggalian mendalam terhadap aspek-aspek emosional dan pesan kuatnya, film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang mendalam bagi para penontonnya.

Rate: 7/10

Komentar