Dalam dunia perfilman Marvel, kejutan muncul dengan kehadiran "The Marvels." Meskipun Marvel baru-baru ini mengalami sejumlah film yang kurang memuaskan serta kebijakan pemasaran yang minim untuk "The Marvels," film ini ternyata menyimpan kejutan yang menggembirakan.
"The Marvels" menghadirkan tiga pahlawan super wanita utama, yakni Captain Marvel (Carol Danvers), Ms. Marvel (Kamala Khan), dan seorang ilmuwan, Monica Rambeau. Ketiganya memiliki kekuatan terkait cahaya dan energi elektromagnetik. Ketika mereka menemukan bahwa kekuatan mereka saling terhubung dan dapat saling bertukar tempat akibat gangguan kosmik, petualangan pun dimulai.
Dalam durasi sekitar satu jam empat puluh menit, "The Marvels" berhasil menjaga fokusnya tanpa terjebak dalam keharusan menghubungkan cerita dengan film atau serial Marvel lainnya. Hal ini memberikan ruang bagi karakter-karakter untuk berkembang tanpa terburu-buru menuju cerita selanjutnya. Keseruan film ini terletak pada bagaimana ketiga karakter utama belajar bekerja sama dan mengatasi perbedaan mereka untuk melawan musuh bersama, Dar-Benn, seorang penjajah Kree.
Sebuah keunggulan "The Marvels" adalah ketidakbergantungan pada strategi saling terkait yang selama ini diandalkan oleh Marvel. Film-film terakhir Marvel seringkali terlalu terikat pada cerita bersambung, terutama sejak pengenalan konsep multiverse. "The Marvels" berhasil menawarkan cerita yang mandiri tanpa terlalu membebani penonton dengan penjelasan teknis yang rumit.
Salah satu kelebihan film ini adalah eksplorasi mendalam terhadap karakter Carol Danvers. Meskipun dikenal sebagai Avenger terkuat, kehidupan dan kepribadian Carol tetap menjadi misteri. "The Marvels" mengajukan pertanyaan kritis tentang dampak tindakan superhero yang sekuat Carol pada planet yang dianggapnya sebagai pembebasan. Penggambaran Carol sebagai sosok yang memiliki kekuatan sekaligus kelemahan manusiawi memberikan dimensi baru pada karakter ini.
Meskipun tidak sempurna, "The Marvels" berhasil memberikan pengalaman yang menyentuh hati. Pertunjukan yang energetik dari akting Iman Vellani sebagai Ms. Marvel memberikan warna tersendiri, sementara pertanyaan filosofis tentang tanggung jawab superhero dan dampaknya di luar angkasa memberikan kedalaman pada narasi.
"The Marvels" bukan sekadar film superhero biasa. Dengan narasi yang fokus pada karakter dan pengembangan cerita yang mandiri, film ini berhasil menonjol di tengah-tengah deretan film Marvel belakangan ini. Keberanian untuk tidak hanya mengandalkan rumus yang telah ada, tetapi juga memberikan dimensi psikologis pada pahlawan super, menjadikan "The Marvels" sebagai tontonan yang baik.
Komentar
Posting Komentar