Saat-saat menghadapi ketakutan dapat menjadi pemandangan yang penuh makna dalam animasi terbaru Netflix, "Orion and the Dark". Karya Charlie Kauffman, yang terkenal melalui tulisannya di "Being John Malkovich" (1999) dan "Eternal Sunshine of the Spotless Mind" (2004), membawa kita dalam sebuah kisah tidur manis yang tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi anak-anak tetapi juga membawa orangtua pada perjalanan nostalgia.
Orion, seorang bocah berusia 11 tahun yang diperankan dengan penuh kehangatan oleh Jacob Tremblay, memperkenalkan dirinya dengan menceritakan daftar ketakutannya. Meskipun mungkin kita pikir sudah mengenalnya melalui jurnal yang ia gambar untuk kita, tulisan Kauffman dan arahan Sean Charmatz memastikan bahwa selalu ada lebih banyak yang bisa diharapkan dari Orion.
Salah satu ketakutannya yang paling dominan adalah ketakutan pada kegelapan. Bagaimana Orion mengatasi ketakutannya ini menjadi inti cerita yang menarik. Dark, yang diisi suaranya oleh Paul Walter Hauser, muncul dari bayangan kamar Orion dengan rencana sendiri. Berselimut jubah besar, Dark awalnya terlihat santai, tetapi kemudian mengungkapkan bahwa menjadi dipandang negatif oleh orang lain dan itu menyakitinya. "Banyak dari bagaimana kamu melihat dirimu sendiri adalah melalui mata orang lain," katanya, meyakinkan Orion untuk melihat pekerjaannya dan menyadari bahwa membawa kegelapan di kehidupan orang lain tidak selalu sesuai ekspektasi.
Bersama-sama, Orion dan Dark memulai perjalanan mereka, menyelimuti dunia dengan kegelapan, diikuti oleh rekan-rekan Dark seperti Sleep (Natasia Demetriou), Quiet (Aparna Nancherla), dan Sweet Dreams (Angela Bassett) yang membuat malam kita menjadi mungkin. Namun, ada juga tugas untuk Insomnia (Nat Faxon) dan Unexplained Noises (Golda Rosheuvel).
Film ini mungkin terlihat mirip dengan hits besar seperti "Inside Out" (2015), namun "Orion and the Dark" menempuh jalannya sendiri dengan Dark dan Orion saling berusaha mengatasi kecemasan mereka. Baik Orion yang lelah diperlakukan kasar di sekolah maupun cemas berbicara dengan Sally di kelasnya, maupun Dark yang lelah kalah oleh Light (Ike Barinholtz) dan takut bahwa teman-teman malamnya mungkin meninggalkannya.
Kauffman menghadirkan plot dengan emosi yang kompleks, dengan sensitivitas yang tinggi, sambil tetap sadar untuk menghindari kesalahan yang terkadang muncul dalam film animasi lain yang mencari penyelesaian instan. Protagonis, terutama, ditulis dengan menyampaikan penampilan yang terlayer dan selalu menarik. Kauffman juga mengambil risiko dengan menyimpang dari plot untuk berpindah antara masa depan dan masa lalu, ketika Orion dewasa menceritakan kisah ini kepada putrinya yang bersemangat untuk menambahkan elemen-elemen sendiri.
Meski terkadang mengambil terlalu banyak hal, "Orion and the Dark" pada akhirnya menyajikan penyelesaian yang lebih halus dan manis. Tulisan yang dipertimbangkan, arahan yang merendah, dan akting suara yang luar biasa meningkatkan plot yang cukup sederhana dan memberikan tontonan yang nyaman.
"Orion and the Dark" dapat dinikmati melalui layanan streaming Netflix, menghadirkan pengalaman yang tak hanya menghibur tetapi juga merangkul kompleksitas emosi dalam sebuah kisah animasi. Sebuah perjalanan yang memikat, penuh warna, dan mendalam bersama Orion dan Kegelapan.
Rate: 8/10
Komentar
Posting Komentar