Dengan Alienoid: Return to the Future, Choi Dong-hoon mengubah bahasa sinema perjalanan waktu melalui seri Alienoid-nya. Di film keduanya ini, sang sutradara mengambil risiko naratif dan estetika yang lebih besar untuk memikat penonton.
Alienoid: Return to the Future, bisa dibilang adalah respons langsung terhadap Tenet karya Christopher Nolan. Plot dari film pertama dan kedua ini sebenarnya cukup membingungkan. Lapisan demi lapisan eksposisi diperkenalkan dalam installment pertama yang padat dengan durasi 142 menit, di mana tokoh-tokoh luar angkasa, Guard (Kim Woo-bin) dan Thunder (Kim Dae-myung) melacak alien yang menyembunyikan diri dalam tubuh manusia untuk menampung mereka dalam alat-alat kristal.
Salah satu alien tersebut disebut The Controller, yang ingin menguasai Bumi dan melepaskan zat beracun bernama Haava, sehingga planet ini dapat dihuni oleh alien sambil secara bersamaan memusnahkan umat manusia. Guard, Thunder, dan putri angkat mereka, Lee Ahn (Kim Tae-ri/Choi Yu-ri), berusaha untuk menghentikan The Controller dari melepaskan Haava, yang menyebabkan mereka melakukan perjalanan kembali ke masa lalu dan mendarat pada tahun 1391 Masehi. Di sana, seorang pendekar Taois bernama Muruk (Ryu Jun-yeol) sedang mencari benda yang disebut Divine Blade.
Komentar
Posting Komentar