Ulasan Serial Midnight Photo Studio (2024): Kisah Tentang Kehangatan dari Kenangan Terakhir


"Midnight Photo Studio" atau di beberapa negara lain dikenal juga dengan judul "The Midnight Studio", adalah sebuah karya sinematik yang menggugah perasaan, mengikat hati penontonnya dengan kehangatan yang memancar dari setiap adegannya. Dengan sutradara Song Hyun-wook yang telah menghasilkan karya-karya indah seperti "The King's Affection" dari KBS2, serial ini tidak hanya menjanjikan hiburan, tetapi juga membius dengan cerita yang mendalam.

Diceritakan dalam 16 episode yang menggabungkan unsur roman dan fantasi, "Midnight Photo Studio" menceritakan kisah keluarga Seo Ki-joo yang terjerat kutukan untuk memotret kenangan terakhir orang yang sudah meninggal. Dengan bantuan dua hantu baik hati, Asisten Manajer Go dan Detektif Baek Nam-goo, Ki-joo menjalankan "Midnight Photo Studio". Namun, segala sesuatunya berubah ketika ia bertemu dengan Han Bom, seorang pengacara yang penuh tekad.

Seperti kisah hantu standar pada umumnya, "Midnight Photo Studio" mengikuti struktur tiga babak yang dikenal. Babak pertama memperkenalkan alam semesta cerita, aturan-aturan yang mengikat, dan karakter-karakter utama yang dengan cepat membuat kita jatuh cinta pada mereka. Ki-joo, Asisten Manajer Go, dan Detektif Nam-goo bukan hanya sekadar karakter, tetapi sahabat bagi para hantu yang mereka temui, membantu mereka menemukan kedamaian.

Pada babak kedua, cerita mengambil nuansa yang lebih gelap, fokus bergeser dari kasus individu ke tantangan besar yang menghubungkan nasib Ki-joo dan Bom. Universe yang jelas dalam serial ini memastikan bahwa setiap kejadian mengikuti aturan yang telah dibuat, yang mengokohkan kepercayaan penonton terhadap cerita ini. Meskipun beberapa momen terasa sedikit dipaksa, kerjasama Ki-joo, Nam-goo, dan Go dalam menemukan solusi tetap menghibur.


Puncak dari babak kedua, dengan apa yang disebut "kemenangan palsu", meninggalkan beberapa pertanyaan terbuka yang dijawab dengan jelas pada babak ketiga. Ketegangan dramatis mencapai puncaknya, di mana pengorbanan dilakukan, masalah diselesaikan, dan setiap alur cerita mendapatkan penutup yang memuaskan. Skenario yang sederhana namun konsisten menjaga ketegangan, meskipun mungkin lebih padat jika serial ini hanya 12 episode.

Penggambaran cinta dalam "Midnight Photo Studio" tidak terbatas pada aspek romantis semata. Ini adalah ikatan yang terlihat melalui setiap hantu yang ditemui Ki-joo, hubungan Ki-joo dengan Asisten Manajer Go dan Detektif Nam-goo, serta hubungan Bom dengan neneknya dan sahabatnya Ji-won. Cinta di sini bergantung pada kepercayaan, komunikasi, kesediaan untuk berkorban, dukungan, dan pengampunan.

Keunggulan utama dari "Midnight Photo Studio" terletak pada hubungan antara Ki-joo, Nam-goo, dan Go yang penuh kasih sayang. Ketiganya tidak hanya membuat kita tertawa dan menangis bersama, tetapi juga menunjukkan keyakinan dan perhatian yang nyata satu sama lain. Kehangatan keluarga yang tercipta di antara mereka juga meluas ke Bom dan Ji-won, menciptakan pesona khusus bagi serial ini.

Namun, saya pribadi kesulitan untuk memberikan nilai pasti pada serial ini. Pada dasarnya serial ini sangatlah bagus dan saya dengan mudah akan dapat memberikan nilai 8, bahkan mungkin lebih. Namun di saat yang lain, serial ini seperti kehilangan fokus dan terasa terlalu bertele-tele. Editing yang kacau balau turut membantu serial ini untuk mendapatkan rating yang jauh lebih rendah lagi. Jadi, untuk rating, saya akan menulisnya seperti ini:

Rate: 6 - 8 / 10

Komentar