Young Woman and the Sea adalah film biografi yang membawa penonton menyelami kehidupan Trudy Ederle, seorang perenang wanita yang menghadapi tantangan besar di era 1920-an. Disutradarai oleh Joachim Rønning dan dibintangi oleh Daisy Ridley, film ini menyoroti perjalanan Trudy yang penuh dengan rintangan, baik dari segi fisik maupun sosial. Dari awal hingga akhir, film ini membuat penonton terus bertanya-tanya, apakah Trudy mampu menaklukkan tantangan terbesar dalam hidupnya?
Sejak awal, film ini memperkenalkan kita pada tekad Trudy untuk menjadi perenang terbaik. Namun, ambisi Trudy tidak hanya berhadapan dengan kerasnya latihan dan medan yang harus dia taklukkan, tetapi juga dengan norma-norma sosial yang membatasi peran perempuan di dunia olahraga. Film ini berhasil menyoroti bagaimana Trudy harus melawan tidak hanya air yang dingin dan ganas, tetapi juga skeptisisme dari masyarakat dan orang-orang terdekatnya.
Daisy Ridley memberikan performa yang mendalam sebagai Trudy, membawakan emosi dan determinasi karakter dengan sangat baik. Ridley berhasil membuat penonton terikat secara emosional dengan perjuangan Trudy, baik saat dia berjuang di dalam air maupun saat menghadapi diskriminasi sosial. Performa ini menjadi salah satu elemen yang paling menonjol dalam film, membuat penonton tidak hanya peduli dengan perjalanan fisiknya, tetapi juga dengan perjuangan mental dan emosionalnya
Film ini juga diperkaya dengan sinematografi yang memukau, di mana Óscar Faura sebagai sinematografer berhasil menangkap keindahan dan bahaya Selat Inggris. Visual yang disajikan berhasil menciptakan ketegangan dan menambah kedalaman pada cerita yang dibawakan. Adegan-adegan dalam air, terutama, digarap dengan sangat baik, memberikan sensasi nyata dari perjuangan fisik yang dihadapi oleh Trudy.
Narasi dalam film ini disusun dengan baik oleh Joachim Rønning, yang berhasil membangun alur cerita yang membuat penonton tetap terlibat hingga akhir. Meski film ini mengikuti formula klasik dari film olahraga, kekuatan cerita dan pengembangan karakter membuatnya tetap menarik dan emosional. Setiap rintangan yang dihadapi oleh Trudy tidak hanya meningkatkan ketegangan, tetapi juga mengundang penonton untuk berspekulasi tentang apakah dia akan berhasil mencapai tujuannya atau tidak.
Amelia Warner, yang menggubah musik latar untuk film ini, juga memberikan kontribusi penting dalam menciptakan suasana. Musiknya menambah ketegangan pada adegan-adegan kunci dan membantu mengarahkan emosi penonton sepanjang film. Selain itu, penggunaan musik yang selaras dengan era 1920-an juga membantu membangun atmosfer yang otentik dan mendalam.
Meskipun ada beberapa kelemahan dalam pengembangan subplot dan karakter pendukung, film ini tetap kuat dalam penyampaian cerita utamanya. Beberapa elemen mungkin terasa kurang mendalam, namun hal ini tidak mengurangi kekuatan dari narasi utama dan penampilan para aktor utamanya. Film ini masih mampu menyajikan kisah yang penuh inspirasi dan emosi.
Secara keseluruhan, Young Woman and the Sea adalah film yang tidak hanya menceritakan tentang ambisi individu, tetapi juga tentang perjuangan melawan batas-batas yang ditentukan oleh masyarakat. Film ini berhasil menggugah emosi dan memberikan penghormatan kepada mereka yang berani menentang norma untuk mencapai sesuatu yang luar biasa. Salah satu film inspiratif yang wajib ditonton.
Rate: 8+/10
Komentar
Posting Komentar