Ulasan Film Fly Me to the Moon (2024): Romansa di Tengah Perlombaan Luar Angkasa yang Tak Sepenuhnya Meluncur

Fly Me to the Moon (2024) adalah perpaduan unik antara drama sejarah dan romansa yang terjebak dalam ambisi yang terlalu besar. Film ini berlatar belakang era perlombaan luar angkasa di tahun 1960-an, namun fokus utamanya justru pada hubungan antara Cole Davis, seorang direktur NASA yang serius (diperankan oleh Channing Tatum), dan Kelly Jones, seorang ahli periklanan licik (Scarlett Johansson). Keduanya berada dalam posisi yang bertentangan; Cole yang disiplin dan terobsesi dengan misinya untuk mencapai bulan, sementara Kelly adalah sosok yang dinamis dan oportunis yang ditugaskan untuk membantu NASA "menjual" program Apollo kepada publik dan politisi.

Salah satu kekuatan film ini adalah chemistry antara Tatum dan Johansson. Adegan-adegan mereka penuh dengan percikan, memberikan kehidupan pada film yang sebaliknya terasa datar di beberapa bagian. Perbedaan karakter mereka menciptakan banyak momen lucu, terutama saat Kelly berusaha memasarkan program luar angkasa dengan metode-metode aneh seperti menjual produk-produk komersial seperti jam tangan dan sereal. Sayangnya, meskipun romansa ini menyenangkan, filmnya sendiri terkadang terasa terbelah antara genre rom-com ringan dan drama sejarah yang lebih serius.

Satu hal yang cukup mengecewakan adalah bagaimana elemen konspirasi tentang pendaratan palsu di bulan dieksekusi. Ide bahwa Kelly direkrut untuk membuat versi pendaratan bulan yang palsu sebagai jaga-jaga jika misi Apollo 11 gagal seharusnya bisa menjadi plot yang menarik. Namun, alih-alih memberi ketegangan yang nyata, plot ini malah terasa seperti tempelan, tidak cukup mendalam untuk mempengaruhi emosi penonton dengan signifikan. Film ini berusaha memadukan tema besar dengan gaya komedi ringan, tetapi hasil akhirnya terasa kurang kohesif.

Visi sutradara Greg Berlanti dalam menggabungkan sejarah nyata dengan sentuhan romansa komedi memang patut diapresiasi. Namun, pada beberapa titik, film ini terlalu banyak menampilkan berbagai klimaks emosional yang membuat alurnya terasa berat dan tersendat. Berlanti, yang terkenal dengan karya-karyanya di serial superhero CW, tampaknya belum mampu sepenuhnya menyeimbangkan bobot sejarah dan komedi di sini. Hal ini diperparah dengan naskah Rose Gilroy yang cenderung dangkal dalam mengembangkan karakter Kelly, terutama saat dia harus menghadapi dilema moral terkait pekerjaannya yang sarat manipulasi.

Selain itu, meskipun film ini memiliki bujet yang besar, sinematografinya justru tidak memberikan kesan yang mendalam. Visualnya terasa datar dan tidak memanfaatkan setting ambisius luar angkasanya dengan baik. Adegan pendaratan di bulan, yang seharusnya menjadi momen paling epik, malah terasa biasa saja dan kurang menggetarkan. 

Namun, bukan berarti Fly Me to the Moon tidak memiliki momen-momen berharga. Penampilan Scarlett Johansson sebagai Kelly adalah salah satu highlight film ini. Karakter Kelly yang kompleks, penuh intrik, dan sedikit manipulatif, berhasil dibawakan dengan karisma yang kuat oleh Johansson. Di sisi lain, Tatum sebagai Cole memberikan penampilan yang solid sebagai pria yang keras kepala namun berhati emas. Keduanya memang memiliki chemistry yang menyenangkan, meskipun kisah cinta mereka tidak sepenuhnya membawa dampak emosional yang dalam.

Secara keseluruhan, Fly Me to the Moon adalah film yang memiliki premis menarik, tetapi sayangnya tidak mampu mengeksekusinya dengan optimal. Film ini terasa terlalu lama dengan alur yang lambat di tengah-tengah, dan plot utamanya terkadang terabaikan demi momen-momen romansa yang klise. Jika saja Berlanti dan timnya lebih berani untuk menyederhanakan cerita dan fokus pada satu tema utama, hasilnya mungkin akan lebih kuat.

Film ini bisa menjadi pilihan menarik untuk mereka yang mencari romansa ringan dengan sentuhan sejarah, namun bagi penonton yang berharap menemukan kedalaman atau ketegangan seperti yang dijanjikan oleh temanya, film ini mungkin akan terasa mengecewakan. Di tengah perlombaan luar angkasa yang penuh tantangan, Fly Me to the Moon hanya berhasil terbang rendah tanpa benar-benar mencapai bintang.

Rate: 6.5-7/10

Komentar