Deadpool & Wolverine (2024) memberikan kesan yang dan pengalaman sinematik yang seru namun agak bercampur aduk. Di satu sisi, kolaborasi antara Deadpool (Ryan Reynolds) dan Wolverine (Hugh Jackman) memang ditunggu-tunggu, dan mereka menghadirkan kombinasi aksi brutal dengan selingan humor khas Deadpool. Namun, sayangnya, film ini terasa seperti mencoba memasukkan terlalu banyak hal sekaligus sehingga alur ceritanya terasa tak terlalu berkesan.
Film ini mengisahkan Deadpool yang, seperti biasa, berada dalam suasana hati yang gelap setelah merasa ditinggalkan dari kelompok superhero utama. Ketika terlibat dengan pihak Time Variance Authority (TVA) dan konsep multiverse, Deadpool dan Wolverine bertualang ke berbagai dunia untuk menyelamatkan teman-teman Deadpool dari kehancuran. Namun, alih-alih menjadi petualangan penuh ketegangan, humor yang berlebihan dan gaya meta-commentary ala Deadpool justru kadang terasa mengalihkan dari inti cerita.
Sebagai karakter, Deadpool tidak pernah malu berinteraksi langsung dengan penonton melalui candaan yang memecah dinding film sebagai sebuah dunia buatan belaka, namun humor seperti ini dalam film terkadang terasa terlalu dipaksakan dan repetitif. Dialog yang penuh sindiran dan lelucon tentang Hollywood mungkin menyenangkan bagi penggemar berat Deadpool, tetapi bagi beberapa orang, humor semacam ini kadang terkesan terlalu mencolok dan kehilangan daya tarik. Alih-alih menambah nilai, candaan ini justru mengurangi kepentingan cerita yang ada, menjadikan beberapa momen terasa berlarut-larut.
Wolverine, di sisi lain, tetap mempertahankan karakter keras dan pendiamnya yang khas. Namun, yang membuat saya sedikit kecewa adalah bahwa karakter Wolverine dalam film ini tidak diberikan perkembangan yang cukup berarti, seolah ia hanya ada untuk mengimbangi gaya Deadpool yang berlebihan. Pertarungan antara dua karakter yang sama-sama tak bisa mati ini terasa berulang-ulang dan kehilangan efek dramatisnya, meskipun koreografi aksi dan pertarungan dibuat dengan apik.
Dalam film ini, Marvel juga kembali menggantungkan narasi pada konsep multiverse yang sejujurnya sudah terasa terlalu sering. Penggunaan multiverse di sini tidak memberikan banyak tambahan pada narasi yang kuat, dan banyak cameo yang ditampilkan hanya untuk memuaskan penggemar tanpa menambah bobot cerita. Dalam beberapa adegan, kehadiran karakter dari versi lama Marvel bahkan terasa seperti sekadar upaya untuk memancing nostalgia, bukan memberikan makna yang lebih mendalam.
Sisi visual dan aksi dalam film ini masih sangat menghibur. Menyaksikan Deadpool dan Wolverine bertarung dalam berbagai adegan yang dipenuhi darah dan efek visual spektakuler tentu merupakan sajian menarik. Sinematografinya juga memperlihatkan adegan pertempuran dengan jelas dan penuh energi. Penggunaan efek visual, terutama saat menampilkan elemen multiverse, diolah dengan apik dan memberikan daya tarik tersendiri.
Namun, sayangnya, unsur emosi dalam film ini cukup minim. Walaupun ada beberapa adegan yang mencoba menghadirkan sisi sentimental, momen-momen ini terlalu cepat tertutupi oleh lelucon yang tak henti-henti. Pada akhirnya, sulit untuk benar-benar merasa terhubung dengan karakter atau cerita, karena emosi yang ingin dibangun segera ditutupi oleh candaan yang mungkin tidak selalu diperlukan.
Bagi saya, Deadpool & Wolverine adalah film yang menghibur jika dinikmati tanpa ekspektasi cerita yang mendalam. Jika Anda menyukai aksi berdarah dan humor khas Deadpool, film ini tetap menawarkan kesenangan, meski dengan alur yang kadang terasa tak terarah. Kolaborasi antara Ryan Reynolds dan Hugh Jackman tetap patut diapresiasi, meskipun banyak momen yang terasa kurang dimanfaatkan dengan baik dalam alur yang lebih solid.
Secara keseluruhan, film ini memberikan kesan seperti pesta bagi para penggemar Deadpool dan Wolverine, namun kehilangan arah sebagai film dengan cerita yang kohesif. Sebuah film yang menghibur, tetapi tidak meninggalkan kesan yang terlalu mendalam, dengan cerita yang dapat terasa membingungkan dan humor yang sedikit terlalu banyak.
Rate: 6.5/10 | Untuk humor & nostalgianya: 8/10
Komentar
Posting Komentar