Ulasan Film Wolfs (2024): Aksi Beratap Dua Bintang Besar

Film yang disutradarai Jon Watts ini mempertemukan kembali Brad Pitt dan George Clooney dalam peran dua “fixers” atau pembersih masalah, yang terjebak dalam skenario penuh aksi. Setting di New York City yang malam-malamnya suram memberikan kesan klasik, dengan alur penuh kesalahpahaman dan konspirasi kriminal yang menjadi semakin rumit.

Clooney dan Pitt, yang sudah lama tak satu layar, memiliki chemistry yang solid di setiap adegan. Keduanya bermain sebagai karakter anti-hero yang sinis namun karismatik, lengkap dengan dialog cepat dan sarkasme khas mereka. Walaupun tak sepenuhnya selevel dengan Ocean’s Eleven, interaksi keduanya tetap menyenangkan. Kehadiran Amy Ryan sebagai jaksa yang mempekerjakan mereka menambah dinamika cerita, meskipun perannya terasa kurang tergali.

Film ini tampak terinspirasi gaya khas sutradara Shane Black, terutama dengan latar bersalju di momen Natal yang memberikan kesan film aksi klasik. Meski demikian, Wolfs tidak sepenuhnya menangkap dialog jenaka atau kejutan aksi yang sering kita temukan dalam karya-karya Black. Humor dalam dialognya terkadang terasa seperti kurang “matang” dan bisa lebih efektif jika didukung penulisan yang lebih tajam.

Ketika alur cerita mulai berkembang, saya mendapati beberapa elemen klise yang bisa ditebak. Film ini memasukkan sejumlah elemen plot seperti “penyelesaian masalah yang berubah kacau,” lengkap dengan keterlibatan keluarga kriminal Albania. Namun, meski klise, penonton masih bisa menikmati plot sederhana yang lebih mengedepankan chemistry dua aktor utamanya dibandingkan rumitnya cerita.

Pengambilan gambar di New York yang ikonik terasa kurang dieksplorasi maksimal. Watts tidak menampilkan vibe "gritty" khas kota itu di malam hari yang penuh warna neon atau kesan kumuh yang mungkin bisa menambah kedalaman visual. Walaupun nyata diambil di Manhattan, lokasi ini kurang dimanfaatkan sehingga terasa kurang “menggigit” secara sinematik.

Adegan-adegan aksi, terutama di penginapan murahan dan kecelakaan mobil yang lambat, adalah highlight tersendiri. Walau banyak adegan yang mungkin terlalu bertele-tele, Watts berhasil menghadirkan beberapa momen aksi yang cukup menghibur, terutama dengan memanfaatkan chemistry Clooney dan Pitt di situasi-situasi absurd.

Secara keseluruhan, Wolfs menghadirkan tontonan yang “pathologically watchable” atau membuat penonton enggan beranjak, bahkan dengan beberapa kekurangan di sana-sini. Bagi para penggemar Clooney dan Pitt, film ini jelas akan terasa menarik dan penuh nostalgia. Meski mungkin bukan karya terbaik dalam karier keduanya, Wolfs tetap memberikan momen yang menyenangkan dan aksi yang cukup seru.

Secara pribadi, saya melihat Wolfs sebagai film yang solid meski dengan ekspektasi yang mungkin terlalu tinggi. Tanpa terjebak dalam kompleksitas cerita, Watts lebih memilih untuk merayakan pesona bintang utamanya. Hasilnya adalah film yang mungkin tidak selalu membuat kita tertawa atau berdebar, namun tetap menghibur sebagai drama aksi kriminal yang ringan.

Rate: 7-7.5/10

Komentar