Ulasan film Look Back (2024): Sebuah Kisah yang Menyentuh tentang Impian dan Kehilangan

Look Back (2024) adalah sebuah adaptasi animasi dari one-shot manga karya Tatsuki Fujimoto. Film ini berhasil menyentuh hati saya dengan narasi yang sederhana tetapi penuh emosi. Disutradarai dengan apik oleh Naoko Yamada, karya ini membuktikan bahwa animasi bisa menjadi medium yang luar biasa untuk mengeksplorasi tema besar seperti persahabatan, kehilangan, dan pencarian makna hidup.

Ceritanya berpusat pada dua gadis, Fujino dan Kyomoto, yang memiliki hubungan kompleks tetapi indah, dimulai dari persaingan seni di sekolah hingga tumbuh bersama sebagai rekan kreatif. Salah satu hal yang menonjol adalah kedalaman karakter mereka. Saya merasa terhubung dengan Fujino, yang memiliki ambisi besar tetapi sering dihantui oleh rasa bersalah dan kekosongan, terutama setelah peristiwa tragis yang mengubah hidupnya. Di sisi lain, Kyomoto adalah gambaran kesederhanaan dan keindahan seni yang tulus.

Visual dalam film ini benar-benar memukau. Studio MAPPA menggunakan pendekatan yang memadukan detail realisme dengan sentuhan surreal yang khas Fujimoto. Beberapa adegan, seperti ketika Fujino mengingat kembali kenangan bersama Kyomoto melalui potongan-potongan karya seni mereka, terasa sangat menyayat hati dan membuat saya terpaku. Setiap frame tampak seperti lukisan yang penuh emosi.

Salah satu kekuatan terbesar film ini adalah skor musiknya. Komposisi yang lembut dan melankolis berhasil mengiringi perjalanan emosional para karakter, membuat setiap adegan terasa lebih hidup dan bermakna. Saya mendapati diri saya terhanyut dalam irama musik, terutama dalam momen-momen sunyi yang menggambarkan rasa kehilangan.

Namun, saya juga merasakan beberapa kelemahan kecil. Plotnya, meskipun sangat emosional, mungkin terasa terlalu padat bagi yang belum familiar dengan manga aslinya. Beberapa elemen cerita, terutama bagian tentang proses kreatif mereka sebagai seniman, terasa terlalu singkat sehingga kurang memberi ruang eksplorasi. Sebagai penggemar Fujimoto, saya berharap film ini bisa lebih mendalam dalam menggali sisi surrealismenya yang khas.

Pesan moral dari Look Back begitu kuat dan relevan, terutama bagi siapa pun yang pernah mengalami kehilangan atau mempertanyakan arah hidupnya. Film ini mengajarkan bahwa meskipun seseorang yang kita cintai pergi, jejak mereka akan tetap ada melalui kenangan dan inspirasi yang mereka tinggalkan.

Setelah menontonnya, saya merasa tergerak untuk merenungkan kembali hubungan saya dengan orang-orang terdekat. Momen-momen kecil seperti berbagi impian atau bahkan perdebatan kecil bisa menjadi kenangan yang tak ternilai di masa depan.

Sebagai adaptasi dari karya Fujimoto, Look Back berhasil menangkap esensi cerita asli sambil menambahkan sentuhan sinematik yang luar biasa. Film ini, menurut saya, adalah bukti bahwa animasi tidak hanya untuk hiburan tetapi juga alat untuk menyampaikan pesan yang mendalam dan universal.

Rate: 8 - 8.5/10

Komentar