Ulasan film Den of Thieves 2: Pantera (2025) - Aksi Pencurian Berlian yang Memukau namun Kurang Mendalam
Plot dan Alur Cerita
Film ini melanjutkan kisah Big Nick yang kini berada di Eropa, memburu Donnie yang telah menjadi bagian dari geng perampok berlian elit yang dipimpin oleh Jovanna, diperankan oleh Evin Ahmad. Mereka merencanakan perampokan besar di World Diamond Center di Antwerp, Belgia. Alur cerita berfokus pada persiapan dan pelaksanaan perampokan ini, dengan beberapa twist yang mencoba menambah kedalaman cerita.
Gerard Butler kembali menunjukkan karisma khasnya sebagai Big Nick. Penampilannya yang penuh humor dan nuansa memberikan kedalaman pada karakternya. O'Shea Jackson Jr. juga memberikan performa yang solid sebagai Donnie, menampilkan sisi cerdik dan lugu dari karakternya. Interaksi antara keduanya terasa solid, menambah keasyikan tersendiri pada cerita film ini.
Setting dan Sinematografi
Salah satu aspek yang menonjol dari film ini adalah setting Eropa yang eksotis. Pengambilan gambar di kota-kota seperti Antwerp memberikan nuansa segar dan berbeda dari film pertamanya yang berlokasi di Los Angeles. Sinematografi yang digunakan berhasil menangkap keindahan arsitektur Eropa, menambah estetika visual yang memanjakan mata.
Film ini menawarkan beberapa adegan aksi yang menegangkan, terutama saat perampokan berlangsung. Namun, dibandingkan dengan film pertamanya, Den of Thieves 2: Pantera lebih berfokus pada perencanaan dan strategi daripada aksi fisik. Meskipun pendekatan ini menambah elemen kecerdikan, bagi penonton yang mengharapkan aksi eksplosif, mungkin akan merasa sedikit kecewa.
Kelebihan dan Kekurangan
Salah satu kelebihan utama film ini adalah setting internasionalnya yang memberikan nuansa baru dan menarik. Selain itu, performa Gerard Butler yang menghibur menjadi salah satu daya tarik utama. Namun, film ini memiliki beberapa kekurangan, seperti pengembangan karakter yang kurang mendalam dan alur cerita yang terasa lambat di beberapa bagian. Durasi film yang mencapai 144 menit juga terasa terlalu panjang, dengan beberapa adegan yang seharusnya bisa dipersingkat untuk menjaga tempo.
Kesimpulan
Sebagai penggemar film heist, Den of Thieves 2: Pantera menawarkan beberapa momen yang menghibur dengan setting Eropa yang memukau. Namun, kurangnya pengembangan karakter dan alur cerita yang tidak konsisten membuat film ini tidak sepenuhnya memuaskan. Saya sepakat dengan penilaian yang memberikan rating sekitar 6 hingga 6,5 dari 10 untuk film ini. Bagi mereka yang menikmati film aksi dengan latar internasional, film ini mungkin masih layak untuk ditonton, namun jangan berharap terlalu banyak akan intensitas yang sama seperti film pertamanya.
Komentar
Posting Komentar