Ulasan Film The Life List (2025): Kisah Pencarian Jati Diri Melalui Sebuah Perjalanan Manis


Film The Life List (2025) adalah sebuah drama komedi romantis yang menggugah hati, disutradarai oleh Adam Brooks. Dibintangi oleh Sofia Carson sebagai Alex Rose, film ini membawa penonton pada perjalanan emosional seorang wanita muda yang berusaha memenuhi daftar impian masa kecilnya setelah kehilangan ibunya. Dengan premis yang menjanjikan tentang pencarian jati diri, film ini mencoba memadukan elemen nostalgia, romansa, dan drama keluarga. 

Film ini berpusat pada Alex Rose, seorang wanita muda yang hidup dalam rutinitas monoton di Brooklyn, New York. Setelah ibunya, Elizabeth (Connie Britton), meninggal dunia, Alex menemukan sebuah daftar impian yang dibuat ibunya saat remaja. Sebagai syarat untuk menerima warisan, Alex harus menyelesaikan setiap poin dalam daftar tersebut, mulai dari petualangan sederhana hingga tugas yang menggali rahasia keluarga. Dalam perjalanan ini, Alex bertemu dengan berbagai karakter, termasuk Brad (Kyle Allen), yang membawa nuansa romansa dalam cerita. Perjalanan ini tidak hanya tentang menyelesaikan daftar, tetapi juga tentang menemukan makna hidup dan kedamaian batin.

Salah satu kekuatan utama film ini adalah akting Sofia Carson. Carson berhasil menghidupkan karakter Alex dengan energi yang autentik, menampilkan perpaduan antara kerentanan dan tekad yang membuat penonton mudah bersimpati. Chemistry antara Carson dan Kyle Allen juga cukup menawan, meski tidak sepenuhnya mendominasi cerita. Momen-momen emosional antara Alex dan keluarganya, terutama dalam adegan yang menggali hubungan ibu-anak, terasa tulus dan mampu menyentuh hati.

Dari segi teknis, sinematografi film ini patut diacungi jempol. Pengambilan gambar di berbagai lokasi, dari Brooklyn yang ramai hingga pedesaan Vermont yang tenang, memberikan kontras visual yang memperkaya suasana. Palet warna yang hangat dan pencahayaan lembut menciptakan nuansa nostalgia yang selaras dengan tema film. Musik latar juga dipilih dengan cermat, dengan lagu-lagu yang memperkuat emosi tanpa terasa berlebihan.

Premis film ini, yang berfokus pada mengejar impian tertunda, adalah daya tarik tersendiri. Ide bahwa sebuah daftar sederhana bisa mengubah perspektif seseorang tentang hidup terasa segar dan menginspirasi, terutama bagi mereka yang merasa terjebak dalam rutinitas sehari-hari.

Meski memiliki banyak elemen yang menarik, The Life List tidak sepenuhnya berhasil menyatukan semua aspek ceritanya. Alur cerita terasa terfragmentasi, dengan beberapa subplot yang tidak digali secara mendalam. Misalnya, hubungan Alex dengan kakaknya, Lucas, memiliki potensi untuk menambah kedalaman emosional, tetapi hanya disentuh sekilas, membuatnya terasa seperti pelengkap semata.

Romansa dalam film ini juga menjadi salah satu titik lemah. Meski chemistry antara Alex dan Brad cukup baik, pengembangan hubungan mereka terasa terburu-buru dan kurang organik. Beberapa penonton mungkin merasa bahwa aspek romansa ini lebih sebagai pelengkap daripada inti cerita, yang sebenarnya lebih kuat ketika berfokus pada perjalanan pribadi Alex.

Film ini tampaknya dirancang untuk audiens yang menyukai drama keluarga dengan sentuhan romansa ringan. Penggemar film-film seperti The Fault in Our Stars atau Me Before You mungkin akan menemukan elemen-elemen yang mereka sukai di sini, terutama karena fokusnya pada emosi dan pencarian makna hidup. Namun, bagi mereka yang mengharapkan cerita dengan alur yang lebih ketat atau romansa yang mendalam, film ini mungkin terasa kurang memuaskan.

Ketidakmampuan film untuk menjangkau audiens yang lebih luas adalah salah satu alasan mengapa saya memberikan rating yang tidak bisa lebih tinggi. Ini bukan karena film ini buruk—jauh dari itu—tetapi karena ceritanya terasa seperti dirancang untuk segmen tertentu, meninggalkan kesan bahwa ada potensi yang belum tergali sepenuhnya.

The Life List adalah film yang menawarkan perjalanan emosional yang manis, dengan pesan tentang pentingnya mengejar impian dan memahami diri sendiri. Sofia Carson memberikan penampilan yang memukau, didukung oleh sinematografi yang indah dan musik yang mendukung suasana. Namun, alur yang terfragmentasi, romansa yang kurang berkembang, dan ritme yang tidak konsisten membuat film ini tidak mencapai potensi penuhnya.

Film ini layak ditonton bagi mereka yang mencari kisah ringan dengan sentuhan inspiratif, tetapi mungkin tidak akan menjadi favorit semua orang. Jika Anda sedang ingin menonton sesuatu yang menghibur namun tidak terlalu berat, The Life List bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengisi akhir pekan Anda.

Rate: 6.5/10

Film ini tersedia di Netflix. Anda bisa menontonnya di Netflix.

Komentar