Langsung ke konten utama

Ulasan Film The Match (2025): Drama Baduk yang Menggugah Jiwa

Poster Film The Match (2025)

Film The Match (2025) adalah sebuah drama biografi Korea Selatan yang mengisahkan perjalanan dua legenda permainan Go (baduk), Cho Hun-hyun dan Lee Chang-ho. Disutradarai oleh Kim Hyung-joo, film ini membawa penonton ke era 1980-an hingga 1990-an, menggambarkan dinamika hubungan mentor dan murid yang bertransformasi menjadi rivalitas sengit. Dengan Lee Byung-hun sebagai Cho Hun-hyun dan Yoo Ah-in sebagai Lee Chang-ho, film ini menawarkan narasi emosional yang kaya akan konflik batin, ambisi, dan pengorbanan. Cerita berpusat pada Cho, seorang maestro Go yang menemukan bakat mentah Lee dalam sebuah kontes amatir, lalu mendidiknya menjadi pemain profesional. Namun, ketika Lee mulai menantang ajaran dan dominasi Cho, pertarungan intelektual dan emosional pun tak terhindarkan.

The Match membuka kisahnya dengan pengenalan Cho Hun-hyun sebagai figur otoritas dalam dunia Go, seorang juara yang disegani namun dihadapkan pada tekanan untuk mempertahankan gelarnya. Penemuan Lee Chang-ho, seorang pemuda berbakat namun keras kepala, menjadi titik awal yang menarik. Alur cerita bergerak dengan ritme yang terjaga, menggambarkan perjalanan Lee dari seorang amatir menjadi ancaman bagi sang mentor. Konflik utama muncul ketika Lee mulai mempertanyakan metode Cho, menciptakan ketegangan yang memuncak dalam pertandingan Go yang sarat makna. Film ini berhasil menangkap esensi permainan Go sebagai metafora kehidupan: strategi, kesabaran, dan pengorbanan. 

Salah satu keunggulan utama The Match adalah penampilan akting yang memukau. Lee Byung-hun menghidupkan Cho Hun-hyun dengan karisma yang mendalam, menampilkan perpaduan antara keangkuhan seorang juara dan kerentanan seorang mentor yang mulai merasa terancam. Yoo Ah-in, meskipun sempat tersandung kontroversi, membawakan Lee Chang-ho dengan intensitas yang meyakinkan, menonjolkan ambisi dan pemberontakan seorang murid. Chemistry antara keduanya menjadi jantungan film ini, membuat setiap adegan pertandingan terasa seperti duel emosional. Sinematografi film ini juga patut diacungi jempol. Pengambilan gambar close-up pada tangan pemain saat menempatkan batu Go menciptakan ketegangan yang hampir tak tertahankan, sementara penggunaan warna-warna lembut era 1980-an memberikan nuansa nostalgia yang hangat. Musik latar yang minimalis namun tepat sasaran turut memperkuat suasana, terutama pada momen-momen klimaks.

Suasana era Tahun 80-an yang berhasil dibangun dengan baik di Film The Match (2025)

Namun, The Match tidak luput dari kekurangan. Salah satu kelemahan utama adalah ritme narasi yang tidak konsisten. Fokus pada strategi Go atau dinamika mentor-murid seharusnya bisa lebih diperdalam. Selain itu, bagi penonton yang tidak familiar dengan permainan Go, beberapa istilah teknis dan signifikansi budaya permainan ini mungkin sulit dipahami tanpa penjelasan yang memadai. 

Secara teknis, The Match menunjukkan kualitas produksi yang tinggi. Penggunaan pencahayaan yang dramatis, terutama pada adegan pertandingan, berhasil menciptakan suasana tegang yang selaras dengan intensitas permainan. Desain produksi, termasuk kostum dan set yang merefleksikan era 1980-an hingga 1990-an, terasa autentik dan mendukung imersi penonton. Editing film ini juga cukup rapi, meskipun transisi antar adegan kadang terasa sedikit kaku, terutama saat beralih dari momen emosional ke pertandingan. Sound design menjadi salah satu elemen yang menonjol, dengan suara batu Go yang diletakkan di papan memberikan efek ritmis yang hampir seperti detak jantung, memperkuat ketegangan naratif.

The Match adalah film yang berhasil menggabungkan drama biografi dengan elemen psikologis yang mendalam, menjadikannya tontonan yang layak bagi pecinta film Korea dan mereka yang menyukai cerita tentang hubungan manusia. Film ini tidak hanya tentang permainan Go, tetapi juga tentang ambisi, pengkhianatan, dan pencarian makna dalam persaingan. Meskipun memiliki kekurangan seperti ritme yang tidak konsisten dan kurangnya penjelasan untuk penonton awam, kelebihan dalam akting, sinematografi, dan penggambaran emosi membuatnya tetap memikat. Bagi yang mencari drama yang menggugah dengan sentuhan budaya Korea yang kental, The Match adalah pilihan yang tidak akan mengecewakan.

Rate: 7,5/10

Komentar