Melo Movie bercerita tentang Ko Gyeom, seorang kritikus film yang jujur, dan Kim Moo-bi, seorang sutradara muda penuh ambisi. Keduanya pernah menjalin romansa singkat di masa lalu, namun sebuah peristiwa misterius memisahkan mereka. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu kembali dalam sebuah proyek film, memicu kenangan lama, luka yang belum sembuh, dan percikan cinta yang masih tersisa. Serial ini tidak hanya tentang romansa, tetapi juga tentang bagaimana perfilman menjadi jembatan yang menghubungkan impian, cinta, dan realitas hidup yang penuh kekacauan.
Serial ini berhasil menangkap esensi dari mereka yang hidup untuk perfilman, baik sebagai pengamat maupun pencipta. Tema-tema seperti ambisi, pengorbanan, dan pencarian makna dalam hidup dijalin dengan apik melalui dialog yang puitis dan adegan-adegan yang sarat makna. Meski demikian, ada elemen tertentu yang mengurangi pengalaman menonton.
Salah satu kekuatan utama Melo Movie adalah kemampuannya menghadirkan emosi yang otentik. Chemistry antara Ko Gyeom (diperankan oleh Choi Woo-shik) dan Kim Moo-bi (diperankan oleh Park Bo-young) terasa begitu alami, membuat penonton ikut merasakan setiap detik kerinduan, penyesalan, dan harapan mereka. Akting keduanya begitu kuat, terutama dalam adegan-adegan intim yang tidak selalu romantis, tetapi penuh dengan kejujuran emosional. Choi Woo-shik, dengan ekspresi wajahnya yang penuh lapisan, berhasil membuat penonton memahami kepahitan seorang kritikus yang kehilangan gairahnya. Sementara itu, Park Bo-young menghidupkan karakter Moo-bi sebagai sosok yang penuh semangat namun rapuh, menjadikan karakternya begitu relatable.
Dari segi teknis, sinematografi Melo Movie adalah salah satu yang terbaik di antara drama Korea tahun 2025. Setiap frame terasa seperti lukisan, dengan penggunaan warna yang lembut namun kontras untuk mencerminkan suasana hati karakter. Adegan-adegan yang berlatar di bioskop tua atau studio film kecil dipenuhi dengan detail nostalgia yang membuat penonton merasa seolah-olah ikut berada di dalam dunia perfilman. Musik latar juga patut diacungi jempol, dengan skor instrumental yang lembut namun kuat, memperkuat momen-momen emosional tanpa pernah terasa berlebihan.
Meski memiliki banyak kelebihan, Melo Movie tidak luput dari kekurangan. Yang saya tidak suka dari serial ini adalah side story-nya. Bagi saya pribadi, side story yang melibatkan Hong Si-jun (teman dari Ko Gyeom) cukup mengganggu. Kisahnya seperti dipaksakan ada dan penempatannya hampir selalu ketika kisah Ko Gyeom mencapai tahap emosional yang baik, lalu tiba-tiba harus kembali ke nol lagi ketika adegan berpindah ke Si-jun. Hal ini terjadi berulang-ulang dan memberikan aftertaste yang tidak mengenakkan. Dari sinilah rating 7 saya berasal. Tanpa side story ini, ratingnya adalah 8 dan mungkin bisa lebih. Alur cerita utama yang begitu kuat menjadi sedikit terhambat karena gangguan ini, membuat penonton kehilangan momentum emosional yang sudah dibangun dengan baik.
Selain sinematografi, aspek teknis lain seperti penyuntingan dan desain produksi juga layak mendapat pujian. Transisi antar adegan dilakukan dengan mulus, sering kali menggunakan elemen visual seperti layar bioskop atau gulungan film untuk memperkuat tema perfilman. Desain set, terutama lokasi-lokasi yang berkaitan dengan dunia perfilman, terasa sangat autentik. Kostum karakter juga mencerminkan kepribadian mereka—Ko Gyeom dengan pakaian kasual yang sedikit lusuh mencerminkan sifatnya yang lelah dengan hidup, sementara Moo-bi dengan pakaian berwarna cerah menunjukkan semangatnya yang tak pernah padam.
Melo Movie (2025) adalah serial yang berhasil menggabungkan romansa, drama, dan kecintaan pada dunia perfilman dengan cara yang menyentuh hati. Kisah Ko Gyeom dan Kim Moo-bi adalah cerminan dari bagaimana cinta, impian, dan luka masa lalu bisa saling bertautan dalam hidup. Dengan akting yang luar biasa, sinematografi yang memukau, dan tema yang relatable, serial ini layak mendapat tempat di hati penggemar drama Korea. Namun, side story yang kurang terintegrasi dengan baik menjadi titik lemah yang sedikit mengurangi kenikmatan menonton. Serial ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang menyukai drama emosional dengan sentuhan nostalgia, tetapi bersiaplah untuk sedikit gangguan dari alur sampingan yang kurang relevan.
Rate: 7-8/10
Jika Anda ingin menikmati serial ini, Melo Movie tersedia untuk streaming di Netflix. Pastikan untuk menyiapkan tisu, karena beberapa adegan benar-benar akan membuat Anda terbawa emosi! Tonton di Netflix
Komentar
Posting Komentar