Zenshu mengisahkan Natsuko Hirose, seorang animator berbakat yang baru lulus SMA dan langsung meroket menjadi sutradara anime. Debutnya sukses besar, menciptakan fenomena sosial dan mengukuhkannya sebagai sutradara jenius. Namun, tantangan muncul saat ia harus mengerjakan proyek baru: sebuah film komedi romantis bertema cinta pertama. Natsuko, yang belum pernah merasakan cinta, mengalami kebuntuan kreatif hingga produksi terhenti. Suatu hari, setelah pingsan akibat kelelahan (dan makanan basi!), ia terbangun di dunia A Tale of Perishing, film anime favoritnya dari masa kecil yang terkenal kelam. Di sini, Natsuko memiliki kemampuan magis untuk menggambar karakter yang hidup, mengubah alur cerita, dan belajar tentang cinta serta proses kreatif.
Kisah ini memadukan elemen isekai dengan drama realistis tentang industri animasi. Natsuko tidak hanya berjuang melawan monster fantasi, tetapi juga melawan kelelahan, perfeksionisme, dan keraguan diri. Perjalanan emosionalnya menawarkan narasi yang relatable, terutama bagi mereka yang berkecimpung di dunia kreatif.
Salah satu kekuatan utama Zenshu adalah narasinya yang menyentuh. Cerita ini bukan sekadar petualangan isekai biasa, melainkan cerminan realistis tentang tekanan industri animasi. Natsuko digambarkan sebagai workaholic yang terisolasi, dengan rambut menutupi wajahnya sebagai simbol menutup diri dari dunia. Transformasinya, baik di dunia nyata maupun fantasi, terasa alami dan menggugah. Anime ini juga berani mendekonstruksi trope isekai, menawarkan pendekatan segar dengan memadukan humor, emosi, dan sindiran terhadap genre tersebut.
Secara visual, MAPPA sekali lagi menunjukkan keunggulannya. Animasi Zenshu memanjakan mata dengan desain karakter yang hidup, latar dunia fantasi yang detail, dan efek visual yang memukau selama adegan aksi. Transformasi ala gadis magis Natsuko, di mana rambutnya tersingkap dan ia duduk di meja animasi, adalah salah satu momen ikonik yang menggabungkan estetika retro anime 90-an dengan sentuhan modern. Ini mengingatkan bagaimana pahlawan-pahlawan anime jaman dulu begitu magis dan dicintai. Musik karya Yukari Hashimoto juga patut diacungi jempol, dengan tema pembuka Zen oleh BAND-MAID yang energik dan lagu penutup yang lembut, menciptakan keseimbangan emosional.
Karakter pendukung, seperti Luke Braveheart dan The Nine Soldiers, menambah warna pada cerita. Interaksi Natsuko dengan mereka membantu mengembangkan karakternya, dari seorang yang antisosial menjadi pribadi yang terbuka. Anime ini juga berhasil menangkap esensi kolaborasi dalam industri animasi, menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada bakat individu, tetapi juga kerja tim.
Meski memiliki banyak kelebihan, Zenshu tidak luput dari kekurangan. Dengan hanya 12 episode, anime ini terasa terburu-buru menuju akhir. Beberapa subplot, seperti dinamika tim animasi di dunia nyata, kurang dieksplorasi secara mendalam. Penutup cerita, meskipun emosional, terasa kurang memuaskan karena beberapa pertanyaan tidak terjawab, seperti konsekuensi jangka panjang dari perubahan Natsuko pada dunia A Tale of Perishing. Bagi sebagian penonton, akhir yang "terlalu rapi" mungkin terasa dipaksakan, meskipun tetap sesuai dengan tema anime tentang penyembuhan dan inspirasi.
Secara teknis, Zenshu adalah bukti kehebatan MAPPA. Desain karakter oleh Yoshiteru Tsujino, yang diadaptasi oleh Kayoko Ishikawa, memberikan nuansa segar dengan detail kecil seperti ekspresi wajah Natsuko yang tersembunyi di awal cerita. Penggunaan warna cerah di dunia fantasi kontras dengan palet abu-abu di studio animasi, mencerminkan perubahan suasana hati Natsuko. Efek animasi, terutama saat Natsuko menggunakan kemampuan menggambarnya, terlihat halus dan inovatif.
Sutradara Mitsue Yamazaki dan penulis Kimiko Ueno berhasil menciptakan narasi yang meta, mengkritik industri animasi sambil merayakannya. Penggambaran tekanan deadline, revisi mendadak, dan pengorbanan pribadi para animator terasa autentik, membuat Zenshu relevan bagi penonton yang ingin tahu lebih banyak tentang dunia di balik layar anime.
Zenshu adalah anime yang menyegarkan di tengah banjir isekai. Ceritanya yang emosional, visual yang memukau, dan pendekatan meta terhadap industri animasi menjadikannya karya yang istimewa. Meskipun durasi pendek dan penutup yang agak tergesa menjadi kekurangan, anime ini berhasil menyampaikan pesan tentang pentingnya keseimbangan antara kerja keras dan kehidupan pribadi, serta kekuatan inspirasi dalam proses kreatif. Bagi penggemar anime yang mencari cerita orisinal dengan sentuhan realistis, Zenshu adalah pilihan yang tidak boleh dilewatkan.
Rate: 8/10
Tonton Zenshu di Crunchyroll dan rasakan sendiri perjalanan Natsuko Hirose dalam menemukan cinta dan kreativitas!
Komentar
Posting Komentar