Film ini berfokus pada trio Holy Night: Ba Woo (Ma Dong-seok), Sharon (Seohyun), dan Kim Gun (Lee David). Ba Woo adalah pemimpin tim dengan kekuatan fisik luar biasa, Sharon adalah pengusir setan yang menguasai mantra kuno, dan Kim Gun adalah teknisi yang mendokumentasikan misi mereka. Cerita bermula ketika seorang psikiater, Jung Won (Kyung Soo-jin), meminta bantuan tim untuk menyelamatkan adiknya, Eun Seo (Jung Ji-so), yang dirasuki iblis kuat. Misi ini membawa mereka berhadapan dengan sekte Black Mass, sebuah kelompok penyembah iblis yang ingin membangkitkan entitas jahat bernama Asmodeus. Dengan latar kota Seoul yang kacau, tim Holy Night harus menghentikan ancaman supernatural ini sebelum terlambat.
Salah satu daya tarik utama Holy Night: Demon Hunters adalah aksi laga yang disuguhkan Ma Dong-seok. Seperti dalam film-film sebelumnya seperti The Roundup atau Train to Busan, Ma Dong-seok menghadirkan karisma yang kuat sebagai Ba Woo. Pukulan-pukulan beratnya, yang bahkan digambarkan mampu "melibas setan," menjadi momen yang menghibur dan memuaskan, terutama bagi penggemar aksi fisik. Adegan laga dirancang dengan koreografi yang rapi, memberikan nuansa brutal namun tetap estetis.
Penampilan Seohyun sebagai Sharon juga patut diacungi jempol. Sebagai mantan anggota Girls’ Generation, ia berhasil menunjukkan sisi baru sebagai eksorsis tangguh dengan akting yang matang. Gerakan mata dan intonasi suaranya mampu menyampaikan intensitas emosi, terutama dalam adegan pengusiran setan. Jung Ji-so sebagai Eun Seo juga berhasil mencuri perhatian dengan akting fisik yang intens, menghadirkan ketegangan melalui ekspresi dan gerakan tubuh yang meyakinkan saat memerankan karakter yang kerasukan.
Dari segi teknis, sinematografi film ini cukup memukau di beberapa momen. Adegan pengusiran setan di rumah, yang mengingatkan pada gaya Paranormal Activity, menggunakan kamera keamanan untuk menciptakan ketegangan. Beberapa jumpscare yang dihadirkan juga efektif, membuat penonton terkejut dengan perpindahan cepat Eun Seo yang misterius. Efek visual, meski tidak berlebihan, mendukung suasana horor tanpa terasa murahan.
Meskipun aksi dan akting menjadi nilai jual, cerita film ini terasa terlalu sederhana dan kurang mendalam. Alur narasinya cenderung lurus, hanya berfokus pada misi pengusiran iblis tanpa eksplorasi yang signifikan terhadap latar belakang karakter. Masa lalu Ba Woo sebagai anak yatim yang bersinggungan dengan kekuatan gelap sempat disentuh, tetapi tidak dieksplorasi secara mendalam. Karakter Sharon dan Kim Gun bahkan hampir tidak memiliki latar belakang yang jelas, padahal hubungan antar ketiganya bisa menjadi elemen cerita yang menarik.
Tema menarik seperti konflik antara ilmu pengetahuan (diwakili oleh Jung Won sebagai psikiater) dan kepercayaan spiritual hanya muncul sekilas tanpa pengembangan yang memadai. Akibatnya, film ini terasa lebih seperti ajang pamer aksi Ma Dong-seok ketimbang cerita okultisme yang kompleks seperti Exhuma. Narasi yang terburu-buru juga membuat beberapa benang cerita terasa menggantung, terutama dengan adanya post-credit scene yang mengisyaratkan sekuel tanpa memberikan penutup yang memuaskan.
Dari sisi teknis, pengambilan gambar terkadang tidak konsisten. Beberapa adegan eksorsisme beralih terlalu cepat antara sudut pandang kamera keamanan dan rekaman Kim Gun, yang justru mengganggu imersi. Eksperimen visual sutradara baru, Lim Dae-hee, terasa berlebihan di beberapa bagian, membuat fokus penonton teralih dari ketegangan cerita.
Holy Night: Demon Hunters adalah film yang menghibur, terutama bagi penggemar aksi Ma Dong-seok dan genre okultisme ringan. Aksi laga yang intens, akting memukau dari Seohyun dan Jung Ji-so, serta beberapa momen sinematografi yang menarik menjadi nilai plus. Namun, cerita yang sederhana, kurangnya pengembangan karakter, dan eksekusi teknis yang tidak konsisten membuat film ini tidak mencapai potensi maksimalnya. Film ini cocok untuk ditonton sebagai hiburan ringan, tetapi jangan harapkan pengalaman horor yang mendalam atau narasi yang kompleks.
Bagi penggemar Ma Dong-seok, film ini tetap menawarkan aksi khas yang memuaskan. Namun, untuk penonton yang mencari cerita okultisme yang kaya atau horor yang menyeramkan, film ini mungkin terasa kurang.
Komentar
Posting Komentar