Ballerina mengisahkan Eve Macarro, seorang penari balet yang menyimpan rahasia gelap sebagai pembunuh bayaran terlatih dari organisasi Ruska Roma, tempat John Wick dibesarkan. Cerita berpusat pada misi balas dendam Eve setelah ayahnya, Javier (David CastaƱeda), dibunuh oleh The Chancellor (Gabriel Byrne), pemimpin sekte misterius di Hallstatt, Austria. Trauma masa kecil ini mendorong Eve menjalani pelatihan keras, mengasah kemampuan bertarungnya yang memadukan keanggunan balet dengan kekejaman seorang assassin. Sepanjang perjalanan, ia bertemu tokoh-tokoh ikonik seperti Winston (Ian McShane), Charon (Lance Reddick), dan John Wick sendiri (Keanu Reeves) dalam peran cameo yang signifikan.
Alur cerita berfokus pada perjuangan Eve melawan sekte yang dipimpin The Chancellor, sembari mengungkap rahasia masa lalunya. Meski premis balas dendam terasa familier, film ini memperkaya semesta John Wick dengan nuansa budaya Slavia dan elemen mitologi lokal, memberikan warna baru pada narasi.
Salah satu kekuatan utama Ballerina adalah koreografi aksinya yang luar biasa. Setiap adegan pertarungan dirancang dengan presisi, menggabungkan gaya gun-fu khas John Wick dengan gerakan balet yang anggun. Ana de Armas tampil memukau sebagai Eve, menghidupkan karakter yang tangguh namun tetap feminin. Adegan pertarungan di klub malam atau toko senjata menonjol dengan gerakan kamera dinamis dan penggunaan benda tak biasa sebagai senjata, seperti pisau lipat, kapak, hingga sepatu ice skating. Puncaknya, sekuens aksi di pedesaan bersalju Hallstatt menjadi sorotan dengan intensitas dan kreativitas yang memanjakan mata.
Dari sisi teknis, sinematografi oleh Romain Lacourbas patut diacungi jempol. Pencahayaan neo-noir dengan dominasi warna neon biru, ungu, dan merah menciptakan atmosfer gelap namun elegan. Teknik long take dan slow motion digunakan dengan cerdas, terutama dalam adegan laga, memberikan kesan seperti menonton tarian mematikan. Skor musik oleh Tyler Bates dan Joel J. Richard juga memperkuat emosi dan ketegangan, dengan tambahan lagu “Hand That Feeds” dari Halsey dan Amy Lee yang menambah daya tarik soundtrack.
Penampilan para aktor pendukung, seperti Ian McShane dan Lance Reddick, memberikan kedalaman emosional, sementara kemunculan Keanu Reeves sebagai John Wick menjadi momen yang dinanti penggemar. Interaksi antara Eve dan John Wick, termasuk adegan pertarungan singkat mereka, menambah dinamika cerita dan memperkuat koneksi dengan semesta John Wick.
Meski unggul dalam aksi, Ballerina memiliki kelemahan pada naskah ceritanya. Premis balas dendam terasa klise dan tidak menawarkan banyak kejutan. Beberapa subplot, seperti hubungan Eve dengan kakaknya atau latar belakang sekte The Chancellor, kurang dieksplorasi secara mendalam, membuat narasi terasa berantakan di beberapa bagian. Momen emosional, seperti kilas balik masa kecil Eve, juga berlalu terlalu cepat, sehingga gagal membangun ikatan emosional yang kuat dengan penonton.
Karakter pendukung, seperti The Chancellor yang diperankan Gabriel Byrne, terasa kurang tergali. Meski Byrne berhasil memerankan antagonis yang mengintimidasi, motivasinya sebagai villain tidak cukup jelas, membuat konflik utama kurang berdampak. Selain itu, beberapa peran pendukung seperti Norman Reedus dan Sooyoung dari Girls’ Generation memiliki porsi terbatas, sehingga kontribusinya terasa minim.
Film ini sukses sebagai tontonan aksi yang menghibur, dengan koreografi pertarungan dan visual yang memikat. Ana de Armas membuktikan dirinya sebagai bintang laga yang layak memimpin waralaba ini. Namun, cerita yang sederhana dan kurang mendalam membuat film ini tidak mencapai potensi penuhnya sebagai spin-off yang benar-benar orisinal. Bagi penggemar John Wick yang mencari aksi tanpa henti, Ballerina adalah paket hiburan yang memuaskan. Namun, jika Anda mengharapkan narasi yang kompleks atau emosi yang mendalam seperti John Wick pertama, film ini mungkin sedikit mengecewakan.
Ballerina (2025) adalah tambahan yang solid dalam semesta John Wick, menghadirkan aksi brutal dengan sentuhan balet yang unik. Meski ceritanya tidak terlalu orisinal, eksekusi teknis yang memukau dan penampilan Ana de Armas membuat film ini layak ditonton. Film ini cocok untuk penggemar aksi yang ingin menikmati pertarungan kreatif tanpa perlu terlalu memikirkan alur cerita.
Rate: 7,5 / 10
Informasi Tambahan
- Sutradara: Len Wiseman
- Penulis: Shay Hatten
- Pemeran: Ana de Armas, Keanu Reeves, Ian McShane, Lance Reddick, Gabriel Byrne, Norman Reedus, Sooyoung
- Durasi: 125 menit
- Tanggal Rilis: 4 Juni 2025 (Indonesia), 6 Juni 2025 (AS)
- Rating IMDb: 7.3/10
Komentar
Posting Komentar