Langsung ke konten utama

Ulasan Film Materialists (2025): Cinta, Uang, dan Pilihan Hidup yang Rumit


Film Materialists (2025), disutradarai oleh Celine Song, adalah sebuah komedi romantis yang membumi, berlatar di kota New York yang glamor namun penuh kontradiksi. Film ini mengikuti Lucy, seorang makelar jodoh elit di Manhattan yang diperankan dengan apik oleh Dakota Johnson. Lucy adalah wanita pragmatis yang memandang hubungan sebagai transaksi, lebih memilih stabilitas finansial daripada romantisme buta. Namun, hidupnya menjadi rumit ketika ia terjebak dalam cinta segitiga antara Harry (Pedro Pascal), seorang pria kaya yang menawarkan kemewahan, dan John (Chris Evans), mantan kekasihnya yang hidup sederhana namun memiliki chemistry kuat dengannya. Dengan durasi 117 menit, film ini menggali pertanyaan abadi: menikah karena cinta atau uang?

Cerita Materialists dibuka dengan ritme cepat, memperkenalkan dunia Lucy yang penuh dengan klien-klien kaya dan ekspektasi tinggi. Adegan-adegan awal, seperti montase wawancara klien dengan tuntutan pasangan yang absurd, menghadirkan humor cerdas yang mengingatkan pada komedi romantis era 2000-an. Namun, ketika cerita beralih ke drama yang lebih berat di paruh kedua, tempo film melambat, terkadang terasa kehilangan momentum. Subplot tentang klien Lucy, Sophie (Zoë Winters), yang menghadapi pengalaman kelam, terasa kurang terintegrasi dan sedikit mengganggu alur utama. Meski begitu, film ini berhasil menutup dengan akhir yang memuaskan, mengemas dilema emosional Lucy dengan cara yang puitis dan tidak klise.

Salah satu kekuatan utama Materialists adalah penampilan para aktor utamanya. Dakota Johnson menghidupkan Lucy dengan pesona yang effortless, menyeimbangkan sisi dingin dan rentan karakter tersebut. Chris Evans, sebagai John, menampilkan performa yang mungkin menjadi salah satu yang terbaik dalam kariernya, menonjolkan kerapuhan dan idealisme yang membuat penonton bersimpati. Pedro Pascal, di sisi lain, adalah definisi “unicorn” dengan karisma yang memikat, membuat Harry terasa lebih dari sekadar arketipe pria kaya. Chemistry antara Johnson dan Evans, terutama dalam adegan road trip yang intim, menjadi highlight emosional yang menghanyutkan.

Dari segi teknis, sinematografi oleh Shabier Kirchner patut diacungi jempol. New York digambarkan dengan nuansa hangat dan nostalgik, dengan pencahayaan lembut yang menonjolkan emosi karakter. Adegan-adegan di Manhattan dan Brooklyn, ditambah beberapa pengambilan gambar di Durango, Meksiko, menciptakan kontras visual yang memperkuat tema film tentang perbedaan kelas sosial. Musik latar karya Daniel Pemberton juga berhasil, beralih mulus dari nada ringan ke dramatis, menambah bobot emosional pada momen-momen kunci. Dialog dalam film ini, seperti karya Song sebelumnya, Past Lives, terasa alami dan penuh makna, sering kali mematahkan hati hanya dengan satu kalimat sederhana.

Salah satu kelemahan utama film ini, menurut saya, adalah karakter Lucy itu sendiri, meskipun diperankan dengan baik oleh Johnson, karakternya terasa kurang berkembang. Transformasi emosionalnya dari pragmatis ke romantis tidak sepenuhnya meyakinkan, sebagian karena naskah tidak memberikan cukup ruang untuk mengeksplorasi motivasi batinnya.

Materialists adalah film yang menggugah pikiran, menggabungkan elemen komedi romantis dengan refleksi mendalam tentang cinta, ambisi, dan nilai-nilai modern. Karya terbaru Celine Song ini menunjukkan kepekaannya sebagai sutradara dalam menangkap kerumitan emosi manusia. Film ini berhasil menawarkan pengalaman yang manis sekaligus pahit, dengan momen-momen yang membuat penonton tersenyum dan merenung sekaligus. Namun, pacing yang tidak merata dan pengembangan karakter yang kurang maksimal membuatnya tidak mencapai potensi penuhnya.

Film ini cocok untuk mereka yang menikmati drama romansa dengan sentuhan filosofis, namun mungkin kurang memuaskan bagi yang mencari aksi cepat atau komedi ringan. Bagi penggemar Celine Song atau pecinta cerita cinta yang realistis, film ini tetap layak ditonton, terutama untuk menikmati chemistry para aktor dan keindahan visualnya.

Materialists bukanlah rom-com biasa. Ia mengajak penonton untuk bertanya pada diri sendiri: apa yang benar-benar kita cari dalam hubungan? Apakah cinta sejati cukup, atau apakah stabilitas finansial sama pentingnya? Dengan akting yang kuat, sinematografi memukau, dan dialog yang tajam, film ini menawarkan pengalaman yang menghibur sekaligus menggugah. Meski ada kekurangan dalam pacing dan pengembangan karakter, Materialists tetap menjadi tontonan yang relevan, terutama di era modern di mana cinta sering kali bercampur dengan pertimbangan materialistis.

Rate: 7-7,5/10

Informasi Tambahan

  • Sutradara: Celine Song
  • Pemain: Dakota Johnson, Chris Evans, Pedro Pascal, Zoë Winters
  • Durasi: 117 menit
  • Rilis: 13 Juni 2025
  • Produksi: A24, 2AM, Killer Films

Lihat detail film di IMDb

Komentar