Ulasan Film Nobody 2 (2025): Aksi Liburan yang Seru, tapi Tak Sesegar Pendahulunya


Sutradara Timo Tjahjanto
Pemain Bob Odenkirk, Connie Nielsen, Christopher Lloyd, Sharon Stone
Tanggal Rilis 15 Agustus 2025
Durasi 89 menit


Setelah kesuksesan Nobody (2021) yang mengejutkan, Hutch Mansell akhirnya kembali dengan Nobody 2. Kali ini, dibawah arahan sutradara baru, Timo Tjahjanto, sekuel ini membawa Hutch dan keluarganya berlibur yang berubah menjadi neraka berdarah. Dengan ekspektasi tinggi, film ini berusaha menambah porsi aksi dan komedi, namun seberapa baik upaya itu berhasil? Secara keseluruhan, Nobody 2 adalah tontonan yang cukup menghibur untuk akhir pekan, tetapi ia kehilangan sebagian sihir dan keunikan yang membuat film pertama begitu disukai.

Film ini kembali mengisahkan Hutch Mansell (Bob Odenkirk) yang kini harus bekerja sebagai pembunuh bayaran untuk melunasi utangnya pada organisasi The Barber. Pekerjaan ini kembali menjauhkannya dari keluarga. Berusaha memperbaiki hubungan, Hutch mengajak istri (Connie Nielsen) dan anak-anaknya berlibur ke Plummerville, sebuah kota wisata yang pernah dikunjunginya semasa kecil. Niat untuk menghindari kekerasan pun pupus ketika sebuah insiden kecil di arcade memicu kemarahan sang bos kriminal setempat, Lendina (Sharon Stone). Hutch sekali lagi harus menggunakan kemampuan spesialnya untuk melindungi orang-orang yang dicintainya dari ancaman yang jauh lebih besar.

Yang Berhasil dari Nobody 2

  • Aksi yang Brutal dan Kreatif: Sebagai kekuatan terbesarnya, adegan perkelahian di film ini cukup memuaskan. Timo Tjahjanto dikenal dengan gaya aksi over-the-top-nya dan itu tercermin jelas. Adegan-adegan perkelahian dirancang dengan koreografi yang inventif, menggunakan lingkungan sekitar sebagai senjata, dan disajikan dengan tingkat kekerasan yang tinggi. Perbedaan tone juga terasa; jika film pertama punya nuansa gelap dan musim dingin, sekuel ini justru menampilkan aksi berdarah-darah di bawah terik matahari musim panas, termasuk sebuah sequence di taman air yang kacau dan menghibur.
  • Bob Odenkirk yang Masih Memukau: Bob Odenkirk sekali lagi membuktikan bahwa kehadirannya sebagai bintang aksi bukanlah kebetulan. Dia kembali memerankan Hutch dengan kombinasi sempurna antara seorang ayah yang lelah dan seorang pembunuh yang mematikan. Performa fisiknya bahkan terlihat lebih baik dan meyakinkan dari film pertama.
  • Dinamika Keluarga yang Lebih Terasa: Film ini memberi porsi lebih banyak pada interaksi Hutch dengan keluarganya, terutama istrinya, Becca. Hal ini memberikan dasar emosional yang lebih kuat bagi aksi yang terjadi, meskipun pengembangannya tidak terlalu dalam.

Yang Mengecewakan dari Nobody 2

  • Alur Cerita yang Terlalu Familiar: Inilah kelemahan terbesarnya. Nobody 2 terasa seperti mengulangi resep film lama tanpa membawa banyak inovasi. Konfliknya kembali berpusat pada Hutch yang harus melindungi keluarganya dari gengster, sehingga elemen kejutan akan kemampuan Hutch sudah hilang. Rasanya seperti menonton Nobody versi liburan, yang membuatnya terasa kurang istimewa.
  • Penokohan Antagonis yang Lemah: Sharon Stone sebagai Lendina, sayangnya, tidak diberi materi yang cukup untuk menjadi penjahat yang memorable dan menakutkan. Karakternya terasa datar dan kurang dieksplorasi, sehingga kehadirannya tidak memberikan ancaman yang berarti dibandingkan dengan penjahat di film pertama.
  • Komedi yang Kadang Dipaksakan: Film ini meningkatkan porsi komedinya, bergeser dari dark humor menjadi lebih slapstick. Meski ada beberapa moment yang lucu, tidak semua lawakan berhasil mendarat. Terkadang, rasa konyolnya justru mengurangi tensi dan membuat adegan aksi terasa kurang greget.
  • Hilangnya Elemen Teknis yang Detail: Beberapa adegan aksi, meskipun kreatif, disyuting dengan gerakan kamera yang terlalu cepat dan goyang, atau terlalu zoom-in, sehingga sulit untuk mengapresiasi detail koreografi yang rumit. Hal ini berbeda dengan adegan ikonik di bus pada film pertama yang terlihat jelas dan begitu memuaskan.

Nobody 2 adalah sebuah film aksi yang solid dan cukup untuk menghabiskan waktu 89 menit. Jika kamu penggemar film aksi brutal dengan sentuhan humor dan tidak terlalu memusingkan kedalaman cerita, film ini layak untuk ditonton. Bob Odenkirk masih menjadi magnet utamanya, dan aksi yang disuguhkan memang berkualitas tinggi. Namun, jika kamu mengharapkan sekuel yang bisa menangkap kembali keunikan dan "feel" film pertama yang lebih grounded dan penuh kejutan, kamu mungkin akan sedikit kecewa. Nobody 2 berhasil sebagai hiburan, tetapi gagal menjadi warisan yang setara dengan pendahulunya.

Rate: 6.5-/10 

Sebuah sekuel yang menghibur dengan aksi gila-gilaan, namun terbelenggu oleh formula yang sudah familier dan kurangnya karakter antagonis yang kuat.

Link Referensi: Rotten Tomatoes | IMDB | Wikipedia

Komentar