Ulasan Serial One: High School Heroes (2025) - Potensi Besar di Balik Aksi Brutal dan Luka Emosional
ONE: High School Heroes mengisahkan tentang Kim Eui Gyeom (Lee Jung Ha), seorang siswa berprestasi yang menyimpan trauma mendalam dari kehidupan keluarganya. Dipindahkan ke sekolah baru yang penuh dengan kekerasan, Eui Gyeom yang awalnya pasif akhirnya memutuskan untuk melawan. Bakat bertarungnya yang terpendam mulai keluar, dan bersama Kang Yoon Ki (Kim Do Wan), yang memiliki motifnya sendiri, mereka membentuk kelompok "High School Heroes" untuk membela korban perundungan dan mengobarkan perlawanan terhadap hierarki kekerasan di sekolah mereka.
Berbeda dengan drama sekolah kebanyakan, ONE: High School Heroes tidak menjadikan kekerasan fisik sebagai sesuatu yang "keren" atau heroik belaka. Serial ini justru mendekonstruksi fantasi balas dendam tersebut. Kekerasan digambarkan sebagai sebuah karakter yang merayap dan merusak, bukan sebagai penyebab, melainkan sebagai gejala dari masalah sosial yang lebih luas.
Kekuatan narasi serial ini terletak pada kemampuannya mengeksplorasi berbagai bentuk kekerasan selain fisik. Tekanan sistemik dari orang tua untuk berprestasi, luka emosional dari lingkungan rumah yang tidak sehat, dan trauma generasi menjadi tema sentral yang mendorong tindakan setiap karakter. Adegan di mana Eui Gyeom mencekik dirinya sendiri di atas tempat tidur adalah metafora yang powerful tentang bagaimana ia merasa terengah-engah dan terperangkap dalam hidupnya sendiri.
Kelebihan yang Menonjol
Adegan Laga yang Memukau: Satu hal yang mungkin kita semua sepakat adalah kualitas fight choreography yang sangat baik. Setiap pukulan, tendangan, dan hempasan terasa berbahaya dan penuh dampak. Serial ini tidak takut menunjukkan kekerasan yang brutal dan realistis, membuat penonton ikut merasakan setiap pukulan yang diterima Eui Gyeom.
Akting dan Chemistry yang Kuat: Lee Jung Ha berhasil membawakan kompleksitas Eui Gyeom dengan sangat meyakinkan, dari seorang siswa pendiam hingga menjadi seorang pejuang yang terluka. Chemistry-nya dengan Kim Do Wan (Yoon Ki) adalah salah satu pilar terkuat serial ini. Hubungan mereka yang bermula dari manipulasi dan kepentingan pribadi, lalu berkembang menjadi persaudaraan yang solid, adalah salah satu hal paling menyentuh dalam cerita.
Simbolisme yang Mendalam: Penggunaan Walkman adalah elemen penyampai cerita yang brilian. Walkman yang dulunya milik kakaknya yang meninggal, digunakan Eui Gyeom bukan untuk mendengarkan musik, melainkan untuk mencari keheningan. Ini melambangkan pelarian yang rusak—sebuah upaya untuk bermimpi dengan mata terbuka. Adegan transisi di mana Eui Gyeom berhalusinasi melihat wajah semua orang yang pernah menyakitinya selama pertarungan besar juga merupakan momen sinematik yang masterful.
.jpeg)
Kekurangan yang Terasa
Ketidakkonsistenan Alur: Tidak sedikit yang merasakan bahwa empat episode pertama adalah puncak dari keseruan dan intensitas cerita. Sayangnya, episode 5 dan 6 terasa seperti filler dengan pertarungan yang dianggap tidak perlu dan kehadiran karakter baru yang terasa dipaksakan hanya untuk menambah durasi pertarungan.
Gaya yang Terkadang Berlebihan: Pada beberapa bagian, akting dan dialog terkadang terasa berlebihan dan cenderung "cheesy". Efek suara tulang retak yang dibesar-besarkan dan satu-kalimat cool yang dipaksakan sedikit mengganggu kesan realisme dan grounded yang coba dibangun serial ini.
Karakter yang Kurang Tergali: Meski karakter utama dibangun dengan baik, beberapa karakter pendukung seperti para penjahat dan bahkan Second Male Lead (SML) Kang Yoon Ki, dinilai kurang mendapatkan porsi pengembangan yang memadai. Potensi Yoon Ki sebagai "pemicu" konflik awal terasa belum digali lebih dalam.
ONE: High School Heroes bisa dibilang adalah sebuah drama yang memiliki lebih banyak kelebihan daripada kekurangannya. Serial ini berani dan ambisius, berusaha untuk berbicara tentang isu-isu mental health dan tekanan keluarga yang jarang disentuh dengan serius dalam genre aksi sekolahan.
Kekurangan di bagian tengah serial dan beberapa elemen gaya yang over-the-top memang sedikit mengurangi nilai keseluruhannya. Namun, kekuatan adegan laga, pertumbuhan karakter Eui Gyeom, dan hubungannya dengan Yoon Ki, serta ending yang emosional dan membuka pintu untuk season kedua, berhasil menutup serial ini dengan kesan yang mendalam.
ONE: High School Heroes bukan sekadar tontonan aksi yang memuaskan dahaga akan pertarungan seru, tetapi juga sebuah drama yang meninggalkan renungan tentang luka, pemulihan, dan arti menjadi pahlawan untuk dirimu sendiri.
Rate: 7-7,5/10
.webp)
Komentar
Posting Komentar