Sebagai salah satu film paling dinantikan pada 2025, War 2 memikul beban yang tidak ringan. Film yang disutradarai oleh Ayan Mukerji ini bukan hanya sekuel dari War (2019) yang sukses, tetapi juga chapter keenam dalam YRF Spy Universe yang semakin meluas. Dengan menggandeng dua kekuatan sinema India, Hrithik Roshan dan N.T. Rama Rao Jr. (NTR Jr.), untuk pertama kalinya dalam satu layar, ekspektasi pun melambung tinggi.
War 2 kembali mengisahkan tentang Kabir Dhaliwal (Hrithik Roshan), yang kini beroperasi sebagai tentara bayaran setelah dianggap menjadi buronan oleh agensinya sendiri. Dia direkrut oleh sebuah organisasi kriminal bayangan bernama KALI, yang bertujuan menggulingkan pemerintahan India dengan menempatkan boneka-boneka mereka di kursi kekuasaan. Untuk membuktikan kesetiaannya, Kabir diberi tugas yang secara emosional mustahil baginya. Di sisi lain, seorang agen unit khusus bernama Vikram (NTR Jr.) yang dingin dan penuh teka-teki ditugaskan untuk menangkap—atau menetralisir—Kabir. Apa yang tampak sebagai permukaan kejar-kejaran klasik segera terbukti lebih dalam, menghubungkan masa lalu mereka yang kelam dan penuh pengkhianatan.
Dari segi teknis dan skala, War 2 tidak main-main. Film ini adalah tontonan visual yang benar-benar megah. Sinematografer Benjamin Jasper menghadirkan bidakan-bidikan yang memanjakan mata, mengangkat keindahan lokasi syuting di Spanyol, Italia, dan Abu Dhabi menjadi sebuah kanvas aksi yang hidup. Setiap adegan dirancang untuk meninggalkan kesan, dan dalam hal ini, film ini berhasil dengan cemerlang.
Adegan-adegan aksinya adalah jantung dari film ini dan merupakan alasan utama mengapa film ini layak dinikmati di layar lebar. Dari kejar-kejaran mobil yang menegangkan di jalanan sempit Salamanca, hingga pertarungan di atas kereta yang memacu adrenalin, dan yang terlihat mustahil namun tetap menghibur: sebuah pertarungan di atas pesawat yang sedang mengudara. Meski beberapa adegan terlihat jelas sebagai CGI dan sedikit mengganggu imersi, energi dan kreativitas yang dibawanya tak terbantahkan. Sutradara Ayan Mukerji memahami bahasa film laga masa kini dan tidak segan untuk mendorong batasannya, menciptakan sebuah sensasi tontonan yang berkesan.
Pemilihan pemain dalam War 2 adalah salah satu pilar kekuatannya. Hrithik Roshan sekali lagi membuktikan mengapa ia dianggap sebagai ikon sinema India. Sebagai Kabir, dia bukan hanya sekadar tampan dengan sorot mata yang memancarkan intensitas; dia menghidupkan karakter tersebut dengan kedalaman emosional yang terasa, terutama dalam adegan-adegan yang menuntut konflik batin. Gerak-geriknya dalam pertarungan penuh gaya dan presisi, membuat setiap momentonya terasa istimewa.
Kehadiran NTR Jr. dalam debut film Hindi-nya bagaikan badai yang menyegarkan. Dia membawa energi "mass" yang berbeda, sebuah aura berwibawa dan kekuatan mentah yang membuat karakternya, Vikram, menjadi penyeimbang yang sempurna untuk Kabir. Chemistry antara Hrithik dan NTR Jr. adalah daya tarik utama film ini. Tarik-ulur mereka, yang dibangun dari persahabatan masa lalu yang berubah menjadi permusuhan, terasa nyata dan kompleks. Adegan konfrontasi final mereka di sebuah gua es, meski panjang, adalah puncak dari ketegangan emosional dan fisik yang dibangun sepanjang film, di mana kedua aktor ini memamerkan kemampuan terbaik mereka.
Sayangnya, Kiara Advani sebagai Kavya, perwira penerbangan dan mantan kekasih Kabir, tidak diberikan ruang yang cukup untuk berkembang. Karakternya terasa lebih sebagai penggerak plot tertentu daripada karakter yang berdiri sendiri dengan agency-nya. Pemeran pendukung seperti Anil Kapoor dan Ashutosh Rana memainkan peran mereka dengan solid, memberikan fondasi yang kredibel bagi dunia spionase ini.
Kalau mau dicari kekurangannya lebih jauh, film dengan durasi hampir tiga jam ini mungkin akan terasa agak panjang bagi penonton yang tidak terlalu terpukau oleh aksi beruntunnya. Beberapa adegan, meski secara individual menarik, bisa saja dipangkas untuk menciptakan pacing yang lebih ketat dan fokus. Film ini meminta penontonnya untuk "meninggalkan logika di rumah" dan menikmati tontonannya saja, sebuah permintaan yang mungkin tidak semua orang mau penuhi.
War 2 adalah sebuah event cinema yang memenuhi janjinya sebagai tontonan besar. Film ini menghadirkan segala yang Anda cari dari sebuah film laga Bollywood modern: bintang dengan karisma mematikan, aksi spektakuler yang mendorong batas realitas, lokasi yang eksotis, dan musik yang menggelegar. Chemistry antara Hrithik Roshan dan NTR Jr. adalah magnet yang kuat, mengangkat setiap adegan mereka bersama menjadi sesuatu yang istimewa.
Meski dibayangi oleh narasi yang, bagi sebagian penonton, tidak se-inovatif visualnya, dan beberapa kelemahan dalam penulisan karakter pendukung, energi dan keseruan murni yang ditawarkan film ini berhasil menutupinya. War 2 adalah pengalaman menonton yang sangat menghibur. Film ini mungkin tidak akan banyak dikenang karena kedalaman ceritanya, tetapi sebagai sebuah hiburan masif yang memukau dari awal hingga akhir, misi War 2 bisa dikatakan berhasil.
Rate: 8-8,5/10
.webp)
.png)
Komentar
Posting Komentar