Tahun lalu, film "Concrete Utopia" karya Um Tae-hwa berhasil menjadi hit sejati di Korea Selatan dan secara internasional. Namun, sekuelnya, "Badland Hunters," memberikan putaran tak terduga, fokus pada para penyintas di luar, di jalanan yang penuh puing di mana seorang dokter nakal mengancam menyapu sisa-sisa kemanusiaan.
Dibintangi oleh legenda Korea, Ma Dong-Seok, "Badland Hunters" membawa kita ke wilayah liar yang dahulu adalah Seoul. Dong-seok memerankan Nam-san, seorang pemburu tangguh yang melakukan misi penyelamatan untuk menyelamatkan seorang remaja, Su-na, dari seorang dokter gila dan kelompok kultusnya. Disutradarai oleh Heo Myung-haeng, film ini mengambil inspirasi dari genre zombie yang sedang berkembang.
"Badland Hunters" menawarkan adegan aksi yang luar biasa, memikat secara visual dan mendebarkan. Namun menurut saya, film ini tidak mampu menjadi penerus yang setara dengan "Concrete Utopia." Tidak seperti pendahulunya, "Badland Hunters" kurang memiliki kompleksitas dan kedalaman dalam pengembangan cerita dan karakter.
Salah satu perbedaan mencolok adalah absennya zombie dalam film pertama. "Badland Hunters" seolah menjadi sekuel hanya karena berada di tempat yang sama dan diatur beberapa tahun kemudian. Meski demikian, film ini mampu berdiri sendiri, dan jika dilihat dari perspektif tersebut, kekurangannya menjadi kurang signifikan.
Meskipun tidak mencapai tingkat kompleksitas "Concrete Utopia," "Badland Hunters" bukanlah film yang buruk. Adegan aksinya luar biasa, didukung oleh pemain yang menghibur dan pembuatan film yang luar biasa. Meski penulisan ceritanya kadang kurang kuat, aksi yang ditampilkan berhasil mengatasi kelemahan tersebut.
"Badland Hunters" mungkin bukan penerus yang layak untuk "Concrete Utopia," tetapi sebagai film aksi yang mirip seperti film zombie, ia berhasil memberikan hiburan. Dengan fondasi yang telah dibuat oleh "Concrete Utopia," ada potensi untuk eksplorasi cerita dan petualangan populasi yang tersisa dalam berbagai genre. Meskipun demikian, keputusan kreatif untuk mencoba hal baru diakui sebagai langkah berani, terutama dengan pemilihan pemeran dan arahan yang efektif.
Our Rate: 6.5/10
Komentar
Posting Komentar