Selamat datang di dunia yang penuh dengan misteri dan kecerdasan yang memukau! Mari kita jatuh cinta dengan keajaiban yang dibawa oleh "Kusuriya no Hitorigoto" yang memikat hati dan membawa kita pada petualangan yang tak terlupakan di istana kekaisaran Tiongkok kuno.
Dengan gemilangnya musim gugur, tak ada yang mengalahkan pesona yang dimiliki oleh "Kusuriya no Hitorigoto". Sebuah karya yang datang dengan gemulai, mengusung tren terkini dengan kemunculan perdana bergaya film, membuatnya menjadi sorotan yang begitu memikat.
Kami dihadapkan pada tiga episode pertama yang membawa kita pada perjalanan melalui misteri dan intrik di istana kekaisaran. Namun, ada perasaan campur aduk dalam menyambut pendekatan ini. Materi yang dirancang untuk disajikan secara berkala seringkali lebih baik dinikmati secara berurutan. Namun, jika ada tema yang menyatukan dalam premiere yang diperpanjang ini, seperti yang terjadi dengan Vinland Saga dan Oshi no Ko, maka terasa seperti menonton sebuah film yang epik.
Berbeda dengan karya sebelumnya yang mungkin memiliki unsur fantasi yang jelas, "Kusuriya no Hitorigoto" hadir tanpa sentuhan fantasi yang mencolok. Dalam segi gaya pun, kita dihadapkan pada perbedaan yang mencolok. Apothecary Diaries memukau dengan warna-warni cerah dan gaya seni yang hampir mirip dengan kartun Amerika, sedangkan Koukyuu no Karasu menampilkan keanggunan klasik dan produksi yang sederhana.
Mari kita merenung pada sosok Maomao, gadis berbintik-bintik dari desa kecil yang memiliki bakat luar biasa dalam seni apoteker. Terdampar di istana kekaisaran sebagai seorang hamba, kehadirannya yang luar biasa tak dapat disembunyikan. Dengan kecerdasannya, dia segera menarik perhatian di tengah gemerlap istana.
Dalam perjalanan Maomao di istana, kita disuguhi dengan serangkaian misteri yang memukau. Mulai dari racun yang meracuni anak-anak kaisar hingga kisah hantu yang ternyata adalah intrik terselubung. Keberadaannya yang unik sebagai pemburu racun untuk Gyokuyou menjadikannya sosok yang memikat bagi para penonton.
Pada akhirnya, "Kusuriya no Hitorigoto" berhasil memikat hati kami dengan kecerdasan ceritanya. Performa gemilang dari Aoi Yuuki sebagai Maomao turut membawa nuansa yang luar biasa dalam setiap adegannya. Meskipun masih dini, potensi besar sebagai kisah yang menghantui pikiran kami.
Dari segi produksi, meskipun terdapat sedikit kesenjangan dengan materi yang disajikan, namun hal ini tidak mengurangi keindahan keseluruhan. Latar belakang yang memesona dan minimnya CGI menjadi nilai tambah tersendiri.
Mari kita merayakan keindahan dan kecerdasan yang terpancar dalam "Kusuriya no Hitorigoto", sebuah kisah yang menghanyutkan dan tak terlupakan dalam hamparan intrik di istana kekaisaran Tiongkok kuno.
Rate: 7.9/10
Komentar
Posting Komentar