Ulasan Film Kalki 2898 AD (2024): Visual Spektakuler dengan Cerita yang Kurang Menggigit

Kalki 2898 AD, salah satu film fiksi ilmiah paling ambisius dari India, dan saya memiliki perasaan campur aduk terhadapnya. Sebagai penggemar film sci-fi, ekspektasi saya cukup tinggi, terutama dengan deretan aktor papan atas seperti Prabhas, Deepika Padukone, Amitabh Bachchan, dan Kamal Haasan. Film ini juga membawa daya tarik besar dengan visual dan efek khusus yang terlihat megah di trailer. Namun, setelah selesai menonton, saya merasa bahwa meskipun film ini menawarkan visual yang luar biasa, cerita dan pengembangan karakter terasa kurang kuat.

Pertama-tama, mari kita bicara tentang hal terbaik dari Kalki 2898 AD: visual dan dunia yang diciptakan oleh Nag Ashwin. Sejak awal, film ini mengajak kita masuk ke dunia masa depan yang terkesan megah, namun suram, dengan perpaduan elemen fiksi ilmiah dan mitologi India. Penggambaran dunia dystopian, teknologi futuristik yang rumit, dan setting yang besar memang membuat mata tak berhenti kagum. Sayangnya, seperti yang saya rasakan, keindahan visual ini tidak selalu sejalan dengan jalan cerita yang solid​.

Cerita film ini berputar di sekitar Bhairava (diperankan oleh Prabhas), yang merupakan sosok pemburu bayaran di dunia yang penuh dengan kekacauan. Saya menemukan karakternya agak sulit untuk saya hubungkan, karena meskipun Prabhas berusaha keras untuk memberikan penampilan terbaiknya, emosinya sering kali terasa dipaksakan. Karakternya terlihat dingin dan motivasinya kurang tergali dengan baik. Hubungannya dengan tokoh lain, seperti Sumathi (Deepika Padukone), pun terasa datar, meskipun ada banyak adegan yang seharusnya membangun ikatan emosional yang lebih mendalam​.

Deepika Padukone, sebagai SUM-80 alias Sumathi, memberikan penampilan yang cukup baik, terutama dalam beberapa momen dramatisnya. Namun, seperti kebanyakan karakter dalam film ini, Sumathi tidak diberi cukup ruang untuk benar-benar bersinar. Karakter lain seperti Ashwatthama yang dimainkan oleh Amitabh Bachchan justru lebih menarik, meskipun dia tidak mendapatkan banyak waktu layar. Ada kesan bahwa film ini lebih mementingkan tampilan visual daripada mengembangkan cerita dan karakter yang lebih kuat​.

Salah satu masalah utama film ini adalah pacing-nya yang tidak konsisten. Paruh pertama terasa lamban dan bertele-tele, hampir-hampir membosankan, dengan dialog-dialog yang kurang tajam dan upaya komedi yang terasa tidak sinkron dengan suasana film secara keseluruhan, sering kali saya merasa film ini berlarut-larut tanpa tujuan yang jelas​. Film ini mulai menarik setelah adegan pertarungan antara Bhairava dan Ashwatthama.


Meski demikian, film ini tidak sepenuhnya buruk. Beberapa adegan aksinya cukup spektakuler, terutama di paruh kedua, di mana film ini benar-benar menunjukkan ambisinya yang besar. Saya suka bagaimana mitologi India diintegrasikan dengan elemen fiksi ilmiah di sini, memberikan film ini sentuhan unik yang berbeda dari kebanyakan film sci-fi barat​. Adegan pertarungan yang terinspirasi dari Mahabharata, seperti duel antara Bhairava dan Ashwatthama, berhasil memberikan momen-momen mendebarkan.

Satu hal yang juga patut mendapat pujian adalah musik latar yang digarap oleh Santhosh Narayanan. Musiknya berhasil memberikan suasana yang tepat di beberapa adegan penting, terutama di momen-momen klimaks. Namun, lagu-lagu lain yang ada di dalam film kurang memorable, dan terasa seperti elemen tambahan yang tidak perlu​.

Secara keseluruhan, Kalki 2898 AD adalah film yang penuh dengan ambisi visual yang megah, namun sayangnya, ceritanya kurang menggigit. Film ini berusaha menciptakan dunia yang besar dan kompleks, tetapi gagal menghadirkan karakter yang benar-benar membuat saya peduli. Ada potensi besar dalam konsepnya, terutama dalam menggabungkan elemen mitologi dan fiksi ilmiah, tetapi eksekusinya kurang memuaskan. Saya berharap ada peningkatan signifikan dalam sekuel mendatang, karena ada banyak hal yang bisa dikembangkan lebih lanjut dari cerita ini.

Bagi penggemar visual yang epik dan efek khusus yang canggih, Kalki 2898 AD mungkin masih bisa menjadi tontonan yang menyenangkan. Namun, jika Anda mencari cerita yang kuat dan karakter yang terbangun dengan baik, mungkin film ini akan meninggalkan kesan yang kurang mendalam.

Rate: 6-7/10

Komentar