Film ini berhasil menciptakan ketegangan yang konsisten sepanjang durasinya. Adegan aksi yang disajikan terasa realistis dan intens, terutama saat Mady harus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan misinya sebelum matahari terbit. Sebagai penonton, saya merasakan tekanan yang dialami Mady, seorang pemuda biasa tanpa kemampuan bertarung, yang tiba-tiba terjebak dalam dunia kriminal yang brutal. Pendekatan ini memberikan nuansa segar dibandingkan dengan film aksi lainnya yang sering menampilkan protagonis dengan kemampuan luar biasa.
Namun, Night Call tidak sepenuhnya sempurna. Salah satu elemen yang kurang berhasil adalah subplot yang melibatkan protes Black Lives Matter (BLM) di Belgia. Meskipun latar belakang ini berpotensi menambah kedalaman cerita, penggabungannya terasa kurang mulus dan tidak sepenuhnya relevan dengan alur utama. Seperti yang dicatat oleh Monica Castillo dalam ulasannya di RogerEbert.com, "Sementara 'Night Call' memuaskan keinginan untuk thriller khas, subplot BLM terasa aneh dan mengganggu, seolah-olah ditambahkan untuk tampak relevan.
Dari segi karakter, Jonathan Feltre memberikan penampilan yang meyakinkan sebagai Mady. Transformasinya dari seorang pemuda polos menjadi individu yang harus membuat keputusan moral yang sulit terasa alami dan menyentuh. Chemistry antara Feltre dan Jonas Bloquet, yang memerankan Théo, tangan kanan Yannick, menambah dinamika menarik dalam cerita. Théo, meskipun berada di sisi antagonis, menunjukkan sisi kemanusiaan yang membuatnya lebih dari sekadar karakter jahat satu dimensi.
Secara visual, film ini memanfaatkan latar kota Brussels dengan efektif, menampilkan sisi gelap dan misterius kota tersebut yang mendukung atmosfer tegang. Sinematografi oleh Sylvestre Vannoorenberghe berhasil menangkap nuansa malam yang suram namun memikat, menambah kedalaman pada narasi.
Namun, beberapa elemen plot terasa kurang berkembang. Misalnya, pengenalan elemen supremasi kulit putih di awal film tidak mendapatkan penjelasan atau pengembangan lebih lanjut, meninggalkan pertanyaan yang tidak terjawab. Selain itu, meskipun adegan aksi dieksekusi dengan baik, beberapa momen terasa repetitif dan kurang menggugah.
Satu kekurangan lain yang saya tangkap adalah, sutradara, atau penulis cerita, seperti mencoba mengecoh pemikiran penonton agar jalan cerita tidak mudah ditebak. Itu bagus, namun dalam konteks film ini, sedikit kurang smart. Ibarat sebuah catur, Mady beberapa kali dihadapkan pada pilihan langkah yang 'seharusnya' dilakukan karena langkah tersebut adalah memang langkah yang terbaik, namun dia lebih memilih langkah alternatif, yang tidak jelek, tentu saja, hanya terasa kurang smart, itu saja.
Secara keseluruhan, saya memberikan Night Call rating 7-7,5/10. Film ini menawarkan pengalaman menonton yang mendebarkan dengan penampilan akting yang solid dan sinematografi yang memukau. Meskipun memiliki beberapa kekurangan dalam pengembangan subplot dan elemen cerita tertentu, film ini tetap layak ditonton bagi penggemar thriller aksi yang mencari sesuatu yang berbeda dari formula standar.
Untuk informasi lebih lanjut tentang film ini, Anda dapat mengunjungi halaman IMDb resmi di sini.
Komentar
Posting Komentar