Langsung ke konten utama

Ulasan Anime Sakamoto Days (2025): Perpaduan Aksi Brutal dan Komedi yang Menghibur


Anime Sakamoto Days (2025) telah menjadi sorotan sejak penayangan perdananya pada 11 Januari 2025 di Netflix. Diadaptasi dari manga populer karya Yuto Suzuki, anime ini mengisahkan Taro Sakamoto, seorang mantan pembunuh bayaran legendaris yang memilih pensiun demi cinta dan keluarga. Anime ini menawarkan perpaduan aksi intens, komedi cerdas, dan sentuhan emosional yang membuatnya layak ditonton.

Sakamoto Days berfokus pada Taro Sakamoto, seorang pembunuh bayaran tak terkalahkan yang dulu ditakuti di dunia kriminal. Setelah jatuh cinta pada Aoi, seorang pegawai toko, Sakamoto memutuskan meninggalkan dunia kelamnya. Ia menikah, memiliki anak, dan kini mengelola toko kelontong sederhana di pinggiran Tokyo. Namun, masa lalunya tak membiarkannya hidup tenang. Mantan rekan dan musuh, termasuk anggota Japan Assassin Association (JAA) dan pembunuh misterius bernama Slur, terus mengancam keluarganya. Dengan prinsip untuk tidak membunuh lagi, Sakamoto harus menggunakan kecerdasan dan keterampilan bertarungnya untuk melindungi orang-orang yang dicintainya, sembari menjaga fasad sebagai pria keluarga biasa.

Cerita ini bergerak cepat dengan alur yang dinamis, menggabungkan adegan aksi brutal dengan momen komedi absurd. Karakter pendukung seperti Shin Asakura, karyawan toko dengan kemampuan telepati, dan Nagumo, teman lama Sakamoto dari JAA, menambah warna pada narasi. Plotnya berkembang melalui beberapa arc, seperti konfrontasi dengan pembunuh bayaran dan misi infiltrasi, yang membuat penonton terus penasaran.

Diproduksi oleh TMS Entertainment, Sakamoto Days menampilkan animasi yang cukup memukau, meski tidak sempurna. Sutradara Masaki Watanabe berhasil menghadirkan gaya visual unik dengan nuansa komik yang estetik, mengingatkan pada anime era 90-an. Adegan aksi dirancang dengan koreografi inovatif, terutama dalam momen-momen seperti pertarungan di wahana rollercoaster yang sinematik. 

Desain karakter oleh Yō Moriyama menonjolkan kepribadian masing-masing tokoh, dari Sakamoto yang kini tambun namun tetap karismatik hingga Slur yang misterius dan menyeramkan. Musik karya Yuki Hayashi menambah intensitas adegan aksi, dengan lagu pembuka “Hashire Sakamoto” oleh Vaundy dan lagu penutup “Futsū” oleh Conton Candy yang catchy dan sesuai dengan tema anime. Pengisi suara, seperti Tomokazu Sugita sebagai Sakamoto, memberikan kedalaman emosional yang membuat karakter terasa hidup.

Salah satu kekuatan utama Sakamoto Days adalah perpaduan aksi dan komedi yang seimbang. Adegan pertarungan dirancang dengan kreativitas tinggi, memanfaatkan lingkungan sekitar seperti toko kelontong atau wahana taman hiburan sebagai elemen strategis. Sakamoto, meski sudah tidak seagile dulu, tetap menunjukkan kecerdasan taktis yang mengesankan, seperti menggunakan peralatan sehari-hari untuk mengalahkan musuh tanpa melanggar prinsipnya.

Elemen komedi hadir melalui interaksi antar karakter, terutama antara Sakamoto dan Shin, yang sering kali menghasilkan dialog lucu dan situasi absurd. Humor ini berhasil mencairkan ketegangan dari adegan sadis, membuat anime ini cocok untuk penonton yang mencari hiburan ringan namun tetap mendebarkan. Selain itu, tema keluarga dan pengorbanan Sakamoto untuk melindungi istri dan anaknya menambah lapisan emosional yang menyentuh, menjadikan karakternya relatable sebagai “family man”.

Namun, Sakamoto Days tidak luput dari kekurangan. Pacing cerita terkadang terasa tidak konsisten, dengan beberapa episode bergerak terlalu cepat dalam membangun konflik, sementara yang lain terasa lambat dalam mengembangkan ketegangan. Transisi dari komedi ke aksi serius kadang terasa janggal, membuat penonton sulit menyesuaikan emosi.

Selain itu, konsep “pembunuh pensiun yang kembali ke dunia lama” bukanlah ide baru, dan beberapa plot terasa dapat ditebak, terutama bagi penggemar genre aksi-komedi seperti John Wick atau Gintama. Bahkan salah satu karakter yang bernama Heisuke, langsung mengingatkan pada protagonis The Fable, anime dengan genre yang mirip.

Sakamoto Days adalah anime yang menghibur dengan perpaduan aksi kreatif, komedi cerdas, dan kisah keluarga yang hangat. Anime ini berhasil menonjol di antara judul shonen lainnya berkat karakter Taro Sakamoto yang unik dan alur cerita yang dinamis. Meski pacing dan animasi kadang inkonsisten, kekuatan visual, musik, dan pengisi suara membuatnya tetap layak ditonton. Bagi penggemar genre aksi-komedi, anime ini adalah pilihan wajib yang menawarkan petualangan seru sekaligus tawa. Season kedua yang dijadwalkan tayang pada Juli 2025 di Netflix menjanjikan kelanjutan yang lebih intens, dan saya sangat menantikan bagaimana cerita Sakamoto akan berkembang.

Rate: 7,5-8/10

Apakah kamu sudah menonton Sakamoto Days? Bagikan pendapatmu di kolom komentar dan mari bahas aksi seru serta momen lucu dari anime ini!

Link Referensi

Komentar